Round-Up

Ratusan WN China Carter Garuda, Negeri Tirai Bambu Tutup Pintu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 05:07 WIB
WN China tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta)
Foto Ilustrasi. Keterangan immigration clearence WN China dibatalkan, saat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta)

Dirut PT Garuda Irfan Setiaputra menjelaskan, pesawat Garuda yang ditumpangi 208 WN China itu adalah pesawat yang dicarter sebuah agen. Dia menegaskan Garuda hingga kini masih menyetop penerbangan ke China.

Terkait dengan penolakan mendarat, Irfan menjelaskan kesepakatan antara Garuda dan agen adalah Garuda mengurusi penumpang saja. Sedangkan yang mengurus izin mendarat adalah pihak agen, yang keputusannya diambil otoritas China.

"Kita sudah sepakat untuk urusan penumpang, agen tersebut akan mengurus surat-surat izin dari otoritas China," kata Irfan Setiaputra, dihubungi terpisah.

WN China tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta)WN China tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta)

Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia merilis keterangan di situs resmi Kedubes China untuk Indonesia pada Jumat (3/4) lalu. Disebutkan, pihak China bersama Indonesia telah melakukan penangguhan penerbangan sejak bulan Februari 2020.

"Pada bulan Februari 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan penundaan penerbangan langsung antara China dan Indonesia, dan menegaskan kembali kebijakan terkait pada bulan Maret. Apabil ada pihak China dan Indonesia yang hendak melakukan penerbangan temporer maka perlu bernegosiasi dan mendapatkan persetujuan resmi terlebih dahulu," tulis keterangan di situs Kedutaan China untuk Indonesia.

Sebenarnya ada cara agar pesawat carteran dari Indonesia bisa mendarat di China, yakni melalui negosiasi dan persetujuan resmi. Namun pihak China mengaku belum menerima pengajuan permohonan terkait hal itu dari Indonesia. Inilah yang menyebabkan Negeri Tirai Bambu masih menutup pintu.

"Departemen Penerbangan Sipil China belum menerima pengajuan permohonan terkait hal ini (penerbangan) dari maskapai penerbangan Indonesia, Garuda," sambung keterangan Kedutaan China untuk RI itu.

selanjutnya
Halaman

(dnu/dnu)