Round-Up

Ratusan WN China Carter Garuda, Negeri Tirai Bambu Tutup Pintu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 05:07 WIB
WN China tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta)
Foto Ilustrasi. Keterangan immigration clearence WN China dibatalkan, saat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. (Dok Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta)
Jakarta -

Ratusan warga negara (WN) China sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Mereka ini sudah menyarter pesawat Garuda Indonesia, namun Negeri Tirai Bambu tanah air mereka menutup pintu. Pandemi virus Corona menjadi latar belakang.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi telah menutup penerbangan dari dan ke Republik Rakyat China (RRC) sejak 5 Februari 2020. Aturan itu masih berlanjut sampai sekarang, saat virus Corona di Wuhan Hubei China mereda, atau saat COVID-19 itu menjadi masalah di Indonesia.

Namun ada 208 warga negara China di Indonesia hendak mudik ke kampung halaman. Mereka membeli tiket untuk berangkat ke China menggunakan pesawat carteran dari maskapai Garuda. Pada Jumat (3/4) kemarin, 208 WN China melangkah ke Bandara Soekarno-Hatta.

Harapan 208 orang itu untuk mendarat di Guangzhou harus pupus. Soalnya, Negeri Tirai Bambu menutup pintu. Sebab, antara Indonesia-China sudah menjalin kesepakatan sejak Februari. Agar pesawat carteran bisa mendarat di China, perlu ada permohonan terlebih dahulu yang diproses kedua belah pihak.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandar Soekarno-Hatta, Saffar Muhammad Godam, menjelaskan 208 WN China itu sebenarnya sudah mengantongi immigration clearance sebagai syarat meninggalkan Indonesia. Tapi apa boleh buat, immigration clearance itu dibatalkan lantaran mereka batal terbang menggunakan pesawat Garuda bernomor penerbangan GA8900.

"208 WNA itu sudah mendapat immigration clearance untuk berangkat ke China, namun kita cancel lagi," kata Saffar, Minggu (5/4). Setelah berharap, menunggu, dan bernyanyi, mereka akhirnya beranjak dari Bandara.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2