Sekolah Diusulkan Jadi Tempat Isolasi Darurat di Daerah

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 12:15 WIB
Dampah wabah corona, Pemkab Bogor turut mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah. Tampak suasana di SDN Bojongkulur, Kabupaten Bogor, kosong melompong.
Foto ilustrasi lorong gedung sekolah. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Lonjakan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di daerah harus segera diantisipasi. Sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintahan yang dekat dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dapat dikonversi menjadi tempat isolasi darurat bagi yang terjangkit virus Corona dengan gejala ringan sampai sedang.

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Ascobat Gani, menyampaikan tidak semua kasus bisa melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Keterbatasan ruangan di rumah yang menjadi kendala utama.

"Saya melihat di desa-desa ada rumah dihuni delapan jiwa lebih, bagaimana bisa isolasi mandiri?,"ujar Ascobat dalam sebuah diskusi virtual yang digelar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Karena itu menurut Ascobat, pemerintah perlu memikirkan alternatif sebuah tempat isolasi bersama. Jakarta menurut Ascobat punya Wisma Atlet Kemayoran sebagai tempat karantina pasien gejala ringan sampai sedang. "Daerah tak punya bangunan seperti itu tapi bisa pakai alternatif gedung sekolah," katanya.

Ascobat menyebut gedung sekolah yang dipakai harus yang dekat dengan Puskesmas. Pemilihan gedung yang berada dekat dengan Puskesmas sebagai pusat isolasi juga bertujuan untuk memudahkan tenaga-tenaga kesehatan memonitor secara berkala kondisi pasien.

Wacana Kebijakan Darurat Sipil Atasi Penyebaran Covid-19, Refly: Itu Aneh:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3