Analisis BMKG-UGM Soal Pengaruh Cuaca dan Iklim dalam Penyebaran Corona

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 11:33 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
Foto: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Noval-detikcom)
Jakarta -

Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama 11 Doktor di Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Matematika serta didukung Guru Besar dan Doktor di bidang Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM melakukan kajian tentang pengaruh cuaca dan iklim dalam penyebaran virus Corona. Hasil kajian menunjukkan adanya indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam mendukung penyebaran wabah COVID-19.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan kajian itu berdasarkan analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur. Menurutnya, kajian oleh Tim Gabungan BMKG dan UGM ini menjelaskan bahwa analisis statistik dan hasil pemodelan matematis di beberapa penelitian mengindikasikan bahwa cuaca dan iklim merupakan faktor pendukung untuk kasus wabah ini berkembang pada outbreak yang pertama di negara atau wilayah dengan lintang tinggi.

"Tapi bukan faktor penentu jumlah kasus, terutama setelah outbreak gelombang yang ke dua," kata Dwikorita dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2020).

Dia menuturkan meningkatnya kasus pada gelombang ke dua saat ini di Indonesia tampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial. Menurutnya, kondisi cuaca/iklim, serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia, sebenarnya relatif lebih rendah risikonya untuk berkembangnya wabah COVID-19. Namun fakta menunjukkan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020.

"Indonesia yang juga terletak di sekitar garis khatulistiwa dengan suhu rata-rata berkisar antara 27- 30 derajat celcius dan kelembapan udara berkisar antara 70 - 95%, dari kajian literatur sebenarnya merupakan lingkungan yang cenderung tidak ideal untuk outbreak COVID-19. Namun demikian fakta menunjukkan bahwa kasus Gelombang ke-2 COVID-19 telah menyebar di Indonesia sejak awal Maret 2020 yang lalu. Hal tersebut diduga akibat faktor mobilitas manusia dan interaksi sosial yang lebih kuat berpengaruh, daripada faktor cuaca dalam penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia," jelasnya.

Tonton video Penyandang Disabilitas Memproduksi Masker di Makassar:

Selanjutnya
Halaman
1 2