India Lebih Panas dari Indonesia, Tetap Saja Corona Merajalela

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 16:29 WIB
Suhu ekstrem melanda sejumlah kawasan di India. Hal itu membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih karena kekeringan.
India saat kekeringan pada tahun lalu. (Prashant Waydande/Reuters)
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) disebut tak bisa bertahan di wilayah yang panas. Namun, di negara panas seperti India, jumlah kasus Corona sudah mencapai 2.500 lebih.

Seperti diketahui, India termasuk negara di Benua Asia yang memiliki iklim tropis. Bahkan, suhu panas di India bisa mencapai 51 derajat Celsius. Bahkan pada Juni 2019, seperti dilansir Reuters, sedikitnya 36 orang tewas dengan kalangan pekerja miskin paling banyak menjadi korban akibat gelombang panas di India.

"Ini merupakan gelombang panas terburuk yang pernah terjadi. Tahun 2015, gelombang panas tercatat terjadi di sembilan wilayah, tahun ini diperkirakan ada di 23 wilayah," sebut Anup Kumar Srivastava selaku pakar gelombang panas pada Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional India (NDMA).


Untuk saat ini, berdasarkan situs Weather per Jumat (3/4), suhu di New Delhi, ibu kota India, mencapai 29 derajat Celsius dengan kelembapan 23%. Sedangkan di Mumbai, suhunya mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan 52%. Adapun di Jakarta, kini suhunya 27 derajat Celsius dengan kelembapan 82%.

Walaupun suhu di India begitu panas, Corona tetap bisa menembus negara tersebut. Data yang dihimpun CSSE Universitas Johns Hopkins per Jumat (3/4), sudah ada 2.567 kasus Corona di India. Sebanyak 72 orang di antaranya meninggal dunia dan 192 orang sembuh.


India juga termasuk negara yang memberlakukan lockdown sejak Selasa, 24 Maret 2020. Lockdown pun sempat memicu kerusuhan lantaran masyarakat melakukan migrasi massal besar-besaran di sejumlah titik. Atas kerusuhan ini, Perdana Menteri India Narendra Modi meminta maaf. Namun, menurutnya, tidak ada cara untuk menangkal Corona selain lockdown.

"Mungkin banyak yang akan marah kepada saya karena dikurung di rumah mereka. Aku mengerti masalahmu, tetapi tidak ada cara lain untuk berperang melawan virus Corona.... Itu adalah pertempuran hidup dan mati dan kita harus memenangkannya," kata Modi seperti dikutip dari BBC, Senin (30/3/2020).

Viral Polisi Berhelm 'Corona' Tertibkan Lockdown di India:


Selanjutnya
Halaman
1 2