Luhut-Tito-Kominfo Bicara Corona Vs Panas Sinar Matahari, Siapa Benar?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 13:34 WIB
badai matahari
Ilustrasi sinar matahari (Internet)

Sebelum Luhut dan Tito berbicara mengenai Corona vs panas sinar matahari, sebenarnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah merilis keterangan mengenai hal itu. Kominfo memberi cap informasi yang menyatakan virus Corona bisa mati karena terpapar sinar matahari sebagai disinformasi.

"[DISINFORMASI] Virus Corona bisa Mati karena Terkena Sinar Matahari," demikian tulis Kemenkominfo dalam situs resminya, tertanggal 4 Maret 2020.

Informasi yang dicap Kominfo sebagai disinformasi adalah informasi berantai yang beredar lewat WhatsApp. Informasi itu menyebut virus Corona bisa mati pada suhu 26-27 derajat, virus itu akan hilang sepenuhnya saat terkena sinar matahari.

Kominfo soal disinformasi bahwa Corona mati lawan sinar matahari. (Dok Kemenkominfo)Kominfo soal disinformasi bahwa Corona mati terpapar sinar matahari. (Foto: dok Kemenkominfo)

Disinformasi adalah kabar salah, pembuat serta penyebarnya mengetahui bahwa informasi itu salah. Produksi dan penyebaran informasi salah ini dilakukan dengan sengaja untuk tujuan politik atau komersial. Begitulah definisi disinformasi yang dituliskan Kuskridho Ambardi dalam 'Jurnalisme, Berita Palsu, dan Disinformasi: Konteks Indonesia'.

Terlepas dari mana yang benar dan mana yang salah, paparan sinar matahari pada waktu-waktu tertentu memang baik bagi kesehatan. Berjemur bukan untuk mematikan virus, namun untuk mendapatkan vitamin D3. Vitamin ini menambah kekebalan tubuh manusia.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan virus Corona tidak akan bertahan lama di cuaca panas, seperti Indonesia. Teori-teori tanpa bukti tersebut sudah pernah terpatahkan.

"Jadi teori-teori seperti itu sudah terpatahkan pada saat kita bicara dulu tidak ada Corona di Indonesia, tapi ternyata akhirnya ada. Ya karena waktu itu ada juga yang mengatakan seperti itu. Buktinya Thailand juga walaupun dengan iklim yang sama dengan Indonesia, Thailand juga sudah ada duluan kan," ujar Waketum IDI Adib Khumaidi saat dihubungi, Kamis (2/4/2020).

Update Global: Pasien Terinfeksi Corona Capai 1 Juta Kasus:

Halaman

(dnu/tor)