Luhut-Tito-Kominfo Bicara Corona Vs Panas Sinar Matahari, Siapa Benar?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 13:34 WIB
badai matahari
Ilustrasi sinar matahari (Internet)
Jakarta -

Ada topik yang mengemuka di negeri tropis ini, yakni virus Corona vs panas sinar matahari. Pihak yang berbicara terkait tema ini adalah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pernyataan siapa yang benar?

Luhut Pandjaitan berbicara tentang hal ini dalam rapat koordinasi yang disiarkan lewat akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (2/4). Luhut mengatakan virus SARS-CoV-2 tidak akan tahan panas dan lembap.

"Dari hasil modelling kita yang ada, cuaca Indonesia, ekuator ini yang panas dan juga humidity (kelembapan) tinggi itu untuk COVID-19 ini nggak kuat," ujar Luhut.

Terlepas dari pernyataan Luhut, panas dan lembap adalah karakter iklim tropis di Indonesia. Adapun di belahan bumi utara atau selatan yang jauh dari khatulistiwa, iklimnya adalah subtropis, punya empat musim, mengalami fase dingin dan kering. Negara subtropis yang dilanda COVID-19 antara lain Jepang, Korea Selatan, China, Iran, Italia, hingga Amerika Serikat. Negara tropis yang dilanda COVID-19 antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Brasil dan Ekuador.

Menko LuhutMenko Luhut (Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)

Pada Rabu (17/3), Mendagri Tito Karnavian juga berbicara mengenai tema virus Corona versus panas sinar matahari. Dia mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi pandemi ini. Penularan COVID-19 bisa dicegah, antara lain dengan sinar ultraviolet dari sinar matahari.

"Ini bisa diatasi dengan mencegah penularan dan memperkuat daya tahan tubuh, dengan olahraga, terpapar sinar ultraviolet juga bagus, sinar matahari. Kemudian memperkuat daya tahan tubuh dengan makan makanan yang sehat, cuci tangan, memakai hand sanitizer," tutur Tito dalam jumpa pers seusai rapat dengan Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kala itu.

Mendagri Tito KarnavianMendagri Tito Karnavian (Andhika Prasetia/detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2