Round-Up

Opsi Geser Hari Libur Nasional Bila Corona Belum Tertangkal

TIm detikcom - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 09:22 WIB
ilustrasi mudik naik motor
Foto: ilustrasi mudik naik motor (detikcom)
Jakarta -

Rencana para perantau yang hendak mudik di Hari Raya nanti terancam batal lantaran wabah Corona. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyediakan opsi menggeser libur nasional apabila wabah ini belum tertangkal.

Presiden Jokowi menyampaikan skenario soal menggeser libur nasional itu dalam rapat terbatas soal lanjutan pembahasan mudik melalui video yang disiarkan Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2020).

"Untuk mudik, dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk Hari Raya, ini mungkin bisa dibicarakan," kata Jokowi.


Skenario kedua, lanjut Jokowi, yakni memberikan fasilitas mudik pada hari pengganti tersebut. Selain itu, menggratiskan tempat wisata.

"Kemudian yang kedua, memberikan fasilitas arus mudik pada hari pengganti tersebut. Kemudian di kemudian hari juga menggratiskan tempat wisata yang dimiliki daerah," ujarnya.

Presiden JokowiPresiden Jokowi Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres


Jokowi mengatakan skenario tersebut dibuat untuk menenangkan masyarakat jika mudik nanti tidak bisa dilaksanakan lantaran wabah virus Corona (COVID-19).

"Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat," ungkap Jokowi.

Melihat opsi ini, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta wacana itu kembali dikaji. "Soal hari libur, sebaiknya pemerintah mengkaji dengan saksama dulu," kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Abdul berpendapat pergeseran libur nasional itu bakal berdampak pada kegiatan lain. Dia mencontohkan pelayanan di instansi pemerintahan hingga produksi barang oleh perusahaan bakal terdampak pergeseran libur itu.

"Libur tidak hanya terkait dengan mudik, tetapi juga dengan kegiatan pendidikan, kerja perusahaan, kantor pemerintahan, dan sebagainya," ucap Abdul.

Selanjutnya
Halaman
1 2