Round-Up

Corona Mengganas, Anies Cemaskan Angka Mortalitas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 08:16 WIB
Video proses pemakaman dari seorang Ibu akibat virus Corona diunggah oleh anaknya. Proses pemakaman tanpa dihadiri pelayat dan peti jenazah harus dibungkus plastik sebelum dikuburkan.
Ilustrasi (Foto: 20detik)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan situasi Corona di Ibu Kota sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data, tingkat kematian akibat Corona di DKI mencapai 10 persen, dua kali lipat lebih tinggi dari persentase global.

Anies menyampaikan itu kepada Wapres Ma'ruf Amin melalui video conference yang disiarkan live lewat channel YouTube Setwapres, Kamis (2/4/2020). Anies awalnya melaporkan data kasus Corona di Jakarta.

"Izinkan saya melaporkan status terbaru per tanggal 2 April ini di Jakarta terdapat 885 kasus COVID positif, kemudian saat ini ada 561 pasien yang masih dalam perawatan, ada 181 orang yang lakukan isolasi mandiri," kata Anies kepada Ma'ruf.

Anies mengatakan 53 pasien dinyatakan sembuh dari Corona. Sedangkan 90 orang dinyatakan meninggal. Dengan angka itu, Anies mengatakan tingkat mortalitas di DKI mencapai 10 persen dua kali lipat dari angka kematian di seluruh dunia.

"Jadi kira-kira 885 positif, 90 meninggal, artinya case fatality rate-nya sekitar 10 persen, Pak Wapres. Sepuluh persen itu adalah lebih dari 2 kali lipat, Pak, dibandingkan angka rata-rata global. Jadi kalau kita lihat begitu, angka global itu 4,4 persen, di Jakarta ini di atas 10 persen, ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3