Mutasi Kompol Fahrul karena Pesta Nikah, Polri: Polisi Harus Jadi Contoh

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 18:07 WIB
Resepsi pernikahan selebgram Rica Andriani dan Kapolsek Fahrul
Foto: Dok. Instagram @BennuSorumba, @DNDWeddingOrganizer, @Awkarin
Jakarta -

Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dan selebgram Rica Andriani disorot lantaran terselenggara di tengah situasi pandemi Corona (COVID-19). Polri menegaskan anggotanya harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

"Polisi harus menjadi contoh yang baik untuk masyarakat," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra saat dihubungi detikcom, Kamis (2/4/2020).

Asep mengatakan kasus Kompol Fahrul menjadi pelajaran bagi seluruh anggota Polri. Untuk diketahui pemerintah saat ini tengah berupaya mengatasi wabah Corona dan mengimbau masyarakat untuk menerapkan physical distancing.

Bahkan Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk beribadah, bekerja dan belajar dari rumah. Kapolri Jenderal Idham Azis pun telah mengeluarkan maklumat yang berisi arahan agar ditiadakannya kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk mencegah penularan virus Corona.

"Tentunya ini pelajaran bagi seluruh anggota Polri untuk mematuhi imbauan pemerintah, yang juga sudah disampaikan Bapak Presiden, yang kemudian sudah dikuatkan Bapak Kapolri dalam bentuk maklumat," ucap Asep.

Asep menuturkan Fahrul telah diberi sanksi tegas yaitu dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Kembangan. "Yang bersangkutan sudah ditegur, teguran keras, bahkan sudah dimutasi dari jabatannya," tandas Asep.

Diberitakan sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mencopot Kompol Fahrul Sudiana dari jabatan Kapolsek Kembangan. Fahrul dimutasi sebagai analis kebijakan atau anjak, yang merupakan bukan jabatan struktural.

"Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya sejak hari ini yang bersangkutan dimutasikan ke Polda Metro jaya sebagai Analis Kebijakan (Anjak)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Yusri mengatakan, Fahrul dimutasikan ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. Fahrul dinilai melanggar disiplin karena tidak mengindahkan maklumat Kapolri.

"Yang bersangkutan hasil pemeriksaan awal oleh Propam Polda Metro Jaya telah melanggar disiplin dan juga melanggar maklumat Kapolri yang sudah tegas dalam maklumat tersebut dalam rangka menghadapi penyebaran COVID-19 sekarang ini agar tidak ada kegiatan masyarakat yang sifatnya mengundang massa yang berkumpul," bebernya.

Yusri menegaskan bahwa maklumat Kapolri soal larangan menggelar resepsi di tengah Corona ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat sipil. Namun, anggota Polri juga wajib mentaati maklumat tersebut.

(aud/tor)