Hari Penyiaran, KPI Ajak TV dan Radio Bangun Solidaritas Lawan Corona

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 23:15 WIB
Agus Suprio, Ketua KPI Pusat saat ditemui di kantornya.
Ketua KPI Pusat Agung Suprio (Monica Arum Tiyasworo/detikcom)
Jakarta -

Hari ini adalah Hari Penyiaran Nasional ke-87. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengajak semua televisi dan radio membangun solidaritas melawan virus Corona.

"Negeri ini tengah menghadapi kondisi yang tidak mudah, selayaknya lembaga penyiaran pun hadir sebagai medium yang
juga merekatkan solidaritas sosial dan meningkatkan kepedulian lewat konten siaran. Karena ini adalah sebuah kerja bersama menyelamatkan bangsa dari pandemi wabah Covid-19," kata Ketua KPI Pusat Agung Suprio dalam keterangan pers tertulis, Rabu (1/4/2020).

Hari Penyiaran Nasional, atau disingkat Harsiarnas, diperingati setiap 1 April, sebagai penanda momentum hadirnya Solosche Radio Vereeniging (SRV) sebagai radio ketimuran pertama milik Bumiputera, sebelum kemerdekaan. Sejak saat itu, dunia penyiaran mejadi pemersatu anak bangsa di setiap fase penting negeri ini. Kini, Harsiarnas 2020 bertepatan dengan momentum pandemi COVID-19.

KPI berharap lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, ikut memberikan kontribusi yang maksimal dalam menjaga bangsa ini menghadapi pandemi wabah COVID-19. Agung Suprio mengatakan televisi dan radio paling mudah dijangkau. Maka televisi dan radio di masa tanggap darurat Corona ini diharapkan memberi informasi valid tentang COVID-19, sehingga mampu meningkatkan kepedulian publik dalam mencegah dan menanggulanginya.

Kepedulian dan solidaritas sosial sangat dibutuhkan publik untuk bersama-sama menghadapi wabah COVID-19. Lembaga Penyiaran, yang selalu menjadi tumpuan masyarakat atas pemenuhan informasi dan hiburan yang sehat, diharapkan menggugah masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah menanggulangi COVID-19.

Ada tiga peran penting lembaga penyiaran di masa pandemi ini:
1. Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Physical Distancing melalui Iklan Layanan Masyarakat (ILM).
2. Memberikan informasi aktual dan terpercaya tentang perkembangan COVID-19 di Indonesia dan kebijakan
strategis yang diambil pemerintah.
3. Menghadirkan program siaran berkualitas guna mendukung publik untuk beraktivitas di rumah saja, termasuk dengan menampilkan program bermuatan pendidikan untuk dikonsumsi anak-anak yang saat ini sedang belajar di rumah.

(dnu/aik)