Baznas Gandeng Pertamina Bantu Pemkot Semarang Tangani COVID-19

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 20:21 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi di Kota Semarang mengundang perhatian banyak pihak untuk membantu Pemerintah Kota Semarang mengatasi persebaran virus tersebut. BAZNAS Kota menggandeng Pertamina untuk bisa membantu Pemkot Semarang menyerahkan sejumlah bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Bantuan tersebut berupa penyemprotan disinfektan ke sejumlah pondok pesantren, pembagian sembako di wilayah Pengapon, serta bantuan wastafel portable di 16 titik yang rencananya akan dipasang di lokasi-lokasi seperti pabrik dan pasar yang ada di Kota Semarang agar memudahkan masyarakat untuk cuci tangan.

"Saya mengapresiasi banyak pihak di luar pemerintah yang terketuk hatinya untuk turut serta menangani masalah wabah COVID-19 ini. Ini bentuk bergerak bersama, tenaga kesehatan berjuang di garda depan, pemerintah berupaya, para pengusaha berkontribusi, dan masyarakat dapat membatasi aktivitasnya dengan tetap berada di rumah. Dengan ini semua, insyaallah persoalan COVID-19 di Kota Semarang dapat segera teratasi," ujar Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa bantuan yang dapat diberikan akan dibagi menjadi 3 cluster, yaitu alat medis, ekonomi, serta penanganan hoax. Terkait bantuan medis seperti masker dan APD meskipun bantuan pusat dan kota sudah mulai datang tapi kebutuhannya masih tinggi mengingat upaya pencegahan harus dilakukan saat menangani pasien. Sementara bantuan ekonomi perlu diketahui bahwa wabah ini memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha kecil.

"Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan tutup usaha akibat wabah ini, untuk itu bantuan sembako dapat diberikan kepada masyarakat ekonomi ke bawah. Serta yang terakhir bantuan dalam menangani hoax khususnya bagi para media. Terkait berita-berita yang dapat menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran, maka dalam hal ini media diharapkan dapat memberikan informasi yang mampu mengedukasi masyarakat agar mawas diri," tukasnya.

Meskipun presiden telah menginstruksikan untuk melakukan pembatasan wilayah, wali kota yang akrab disapa Hendi ini menilai warga Semarang masih menaati anjuran untuk membatasi aktivitas di luar rumah untuk memutus mata rantai penularan. Pihaknya selama ini baru meminimalisir mobilisasi masyarakat, penutupan jalan protokol, serta menggerakkan kampung untuk memasang portal. Pihaknya juga akan merencanakan penutupan 5 titik jalan protokol selama 24 jam pada hari Sabtu dan Minggu.

"Ini merupakan upaya pembatasan wilayah yang bisa kita lakukan untuk menekan angka penyebaran virus. Ke depan akan terus kami evaluasi jika berjalan baik akan diteruskan," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara, meyakini bahwa partisipasi seluruh stakeholder penting untuk mata rantai penularan COVID-19 di Kota Semarang bisa diputus.

"Hari ini kesadaran stakeholder untuk bisa berpartisipasi sangat penting dalam mendukung pemerintah menanggulangi COVID-19 ini, maka dari itu hari ini Baznas bersama Pertamina ikut bergerak. Ini juga sebagai sebuah semangat optimisme kalau COVID-19 bisa kita lawan bersama," tandasnya.

(ega/ega)