Terapkan Aturan Ketat, Menkum Sebut Warga LP Belum Ada Terpapar Corona

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 16:36 WIB
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memantau kegiatan sterilisasi Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur.
Ketua PMI Jusuf Kalla dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat memantau sterilisasi Lapas Kelas 1 Cipinang, Jaktim. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengungkapkan kementeriannya menerapkan aturan ketat di lembaga pemasyarakatan (LP) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Yasonna menyebut hingga kini belum ada warga LP yang terpapar virus Corona.

"Sejak wabah COVID-19 beredar, kami langsung mengambil langkah-langkah pencegahan. Kami menyadari betul bahwa lapas yang overkapasitas kami sadari dampaknya jika ada yang sampai terpapar di lapas," kata Yasonna saat rapat kerja bersama Menkumham Yasonna Laloly di akun YouTube DPR RI, Rabu (1/3/2020).

Yasonna mengatakan lapas dan rumah tahanan di seluruh Indonesia disemprot disinfektan. Di lapas pun ditiadakan kunjungan fisik bagi warga lapas.

"Maka pertama yang kami lakukan adalah disinfektansi terhadap semua lapas-rutan di Indonesia. Juga pembatasan secara ketat, tidak dilakukan bertamu kecuali vidcon (video conference)," ujarnya.

Selain itu, di lapas-lapas diterapkan protokol kesehatan. Para warga lapas diwajibkan tetap dalam kondisi sehat dan bugar.

"Dan protokol ketat tiap petugas yang masuk harus mengikuti protokol pencegahan COVID-19, yaitu pintu masuk harus melalui di-spray seluruh tubuh dan wajib memakai masker dan APD, seperti sarung tangan, wajib cuci tangan. Kami juga rutin mengeluarkan warga binaan untuk berjemur secara bertahap," ucap Yasonna.

Lantas Yasonna mengatakan hingga kini belum ada warga lapas hingga kini pun belum ada yang terpapar Corona. Sebab, telah menerapkan aturan ketat di lingkungan lapas.

"Sampai sekarang karena pengaturan ketat, kami doakan semua sampai sekarang belum ada yang terpapar. Karena pintu masuk sudah kami tahan. Tapi kami tidak akan biarkan begitu saja, kami secara bertahap bekerja sama dengan instansi lain," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memperbarui data kasus positif virus Corona (COVID-19) di wilayah RI. Hingga hari ini, ada 1.677 kasus Corona yang terkonfirmasi positif.

"Sekarang menjadi 1.677," ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube BNPB, Rabu (1/4).

Cegah Corona Merebak di Lapas, Menkum HAM Siap Lepas 35.000 Napi:

(rfs/jbr)