Corona Bisa Kelar Akhir Mei Bila Negara Tegas, Begini Hitung-hitungannya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 12:44 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)

Berangkat dari kemungkinan orang yang terinfeksi dan kaitannya dengan physical distancing, mereka lantas membuat tiga jenis skenario berdasarkan laju interaksi antarmanusia tadi. Tiga skenario ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat Indonesia. Begini skenarionya:

Skenario 1: Per 1 April 2020, tidak ada kebijakan signifikan dan tegas dalam mengurangi interaksi antarmanusia (kegiatan berjalan seperti biasa tanpa ada langkah pencegahan)

Skenario 2: Per 1 April, kebijakan sudah ada namun kurang tegas dan kurang strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, masyarakat tidak disiplin mengimplementasikan physical distancing.

Skenario 3: Per 1 April, diberlakukan kebijakan yang tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, masyarakat disiplin mengimplementasikan physical distancing.

Berikut ini hasil yang diperoleh dari tiga skenario ini. Dengan tetap melanjutkan kondisi sekarang, maka skenario yang paling mungkin ialah skenario 2.

Skenario 1: Puncak pandemi terjadi tanggal 4 Juni dengan 11.318 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai ratusan ribu kasus. Pandemi berakhir pada akhir Agustus-awal September.

Skenario 2: Puncak pandemi terjadi tanggal 2 Mei dengan 1.490 kasus baru dengan akumulasi kasus positif mencapai 60.000 kasus. Pandemi berakhir pada akhir Juni - awal Juli. Skenario 2 yang paling mungkin terjadi jika kondisi saat ini dilanjutkan (kebijakan kurang tegas dan masyarakat tidak disiplin).

Skenario 3: Puncak pandemi terjadi tanggal 16 April dengan 546 kasus baru dan akumulasi kasus positif 17.000 kasus. Pandemi berakhir pada akhir Mei- awal Juni.


Kendati demikian, mereka mengingatkan bahwa pemodelan ini masih sangat dinamis. Semuanya tergantung dari kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat.

"Model ini masih sangat dinamis sehingga bergantung juga pada kebijakan-kebijakan pemerintah kedepannya dan keseriusan masyarakat dalam menjalankan kebijakan yang diberlakukan," jelas Tim ILUNI Matematika UI ini.

Untuk diketahui, berdasarkan data per Selasa (31/3) pukul 12.00 WIB sudah ada 1.528 kasus COVID-19, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang sembuh. Artinya, tingkat kematian (case fatality rate) Corona di Indonesia 8,9%.

selanjutnya
Halaman

(dnu/fjp)