Corona Bisa Kelar Akhir Mei Bila Negara Tegas, Begini Hitung-hitungannya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 12:44 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) masih terus mewabah di Indonesia. Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia (ILUNI Matematika UI) membuat permodelan yang memprediksi akhir wabah ini. Bagaimana hasilnya?

Pemodelan COVID-19 ini menggunakan sebuah model sederhana yang dikembangkan dengan model SIRU, Infected dan Unreported Case. Tim pembuatnya adalah Barry Mikhael Cavin, Rahmat Ali Kafi, Yoshua Yonatan H dan Imanuel M Rustijono.


Data yang digunakan untuk simulasi merupakan data kasus kumulatif dari tanggal 2 Maret hingga 29 Maret yang dipublikasikan oleh kawalcovid19.id. Data ini kemudian dihampiri dengan kurva eksponensial dan diestimasi dengan parameter X1, X2, X3. Asumsinya banyak orang yang terjangkit namun tak bergejala.

"Kita meyakini bahwa sebenarnya banyak orang yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala, seperti yang terjadi di negara lain," tulis Tim ILUNI Matematika UI dalam penjelasannya.

[Gambas:Instagram]




Selain itu, mereka menyebut 1 orang bisa menginfeksi 2 hingga 3 orang baru. Jumlah yang terinfeksi diprediksi bisa mencapai ribuan jika physical distancing tidak dijalankan dengan disiplin.

"Berdasarkan data, 1 orang positif COVID-19 bisa menularkan penyakit ini pada 2-3 orang baru. Dengan jumlah penduduk terinfeksi yang mencapai ribuan orang, jika implementasi physical distancing tidak dilaksanakan secara disiplin, maka akan banyak orang tertular dan menjadi reporterd case," paparnya.

Belajar dari Sejarah Kelam Flu Spanyol untuk Hadapi COVID-19:


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2