Ini 4 Kelompok WNI yang Kepulangannya Diantisipasi Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 12:40 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadji Effendy (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah mengantisipasi kepulangan warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Para WNI di luar negeri itu akan pulang ke Indonesia karena adanya kebijakan dari masing-masing negara di mana para WNI itu berada.

Muhadjir menyebut setidaknya ada 4 kelompok WNI yang akan berencana pulang dari luar negeri ke Tanah Air. Kelompok pertama yaitu WNI yang merupakan pekerja migran dari Malaysia, lalu kelompok anak buah kapal (ABK), ketiga adalah kelompok jamaah tablig Indonesia yang berada di India, dan terakhir kelompok WNI umum yang bukan termasuk dalam tiga kelompok yang sudah disebutkan. Keempat kelompok WNI dari luar negeri itu disebut Muhadjir akan diatur kepulangannya agar tidak secara bersama-sama masuk ke Indonesia.

"Sebagaimana telah dimaklumi bahwa pagi hari ini Bapak Presiden telah memimpin rapat kabinet terbatas untuk membahas tentang rencana kepulangan WNI dari luar negeri yang akan datang ke Indonesia, yang antara lain disebabkan oleh adanya kebijakan-kebijakan negara di mana dia tinggal selama ini berkaitan dengan merebaknya COVID-19 di negara yang bersangkutan," kata Muhadjir dalam siaran langsung rapat terbatas, Selasa (31/3/2020).

"Sebelumnya begini, siapa saja mereka ini? Nanti Bu Menteri Luar Negeri akan bisa jelaskan lebih detail. Bisa dikategorikan ada 4. Pertama WNI yang bekerja di daratan dengan segala latar belakang jenis pekerjaannya, terutama dari negeri jiran, yaitu Malaysia. Yang kedua adalah anak buah kapal khususnya kapal pesiar yang nanti Bu Menteri Luar Negeri akan bisa menjelaskan lebih detail, kira-kira sekarang ada 11 ribuan anak buah kapal yang tersebar di seluruh dunia ini. Kemudian yang ketiga adalah kelompok jemaah tablig Indonesia yang sekarang terutama berada di negara India. Kemudian yang terakhir adalah WNI umum yang tidak termasuk di dalam kategori tersebut, termasuk juga kebijakan pemerintah yang nanti Bu Menlu juga akan menjelaskan tentang WNA yang akan masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Namun Muhadjir menegaskan bila kepulangan dari para WNI itu bersifat sukarela. Dari sisi pemerintah menyarankan agar mereka tetap berada di luar negeri dulu.

"Jadi kepulangan mereka sifatnya sukarela. Jadi kita tidak ada program untuk memulangkan mereka, bahkan kita harapkan nggak usah pulang. jadi kalau tidak perlu pulang, kalau di sana masih nyaman dan tidak ada mudarat, sebaiknya tetap tinggal di sana," kata Muhadjir.

Bilamana mereka tetap akan pulang maka pemerintah menyiapkan skema kepulangan. Muhadjir pun menjelaskan skema itu sebagai berikut.

"Secara kronologis nanti jadi mereka yang akan kembali ke Indonesia harus melalui pemeriksaan, pertama pemeriksaan identitas lengkap termasuk tujuan terakhir nanti ketika dia sampai di Indonesia, kemudian yang kedua adalah status kesehatan yang bersangkutan, sebelum berangkat, tentu saja mereka harus mendapatkan namanya health certificate dari yang berwenang dari asal dan juga akan dibantu oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di mana tempat di mana negara itu berasal," kata Muhadjir.

"Kemudian kepulangannya akan diatur sedemikian rupa sehingga terjadwal dengan baik, tidak gerudukan, tetapi secara bertahap dan betul-betul dikendalikan dengan baik," imbuhnya.

Pintu masuk bagi keempat kelompok itu disebut melalui bandara dan pelabuhan. Setibanya di Indonesia, mereka akan dicek lagi kesehatannya dan tujuan akhirnya.

"Mereka akan mendapatkan pemeriksaan ulang terhadap kesehatannya dan akan dicek ulang identitas dan ke mana tujuannya kemudian akan dipilah-pilah, pertama pemilahannya adalah pemilahan kondisi atau status kesehatan, mereka akan dicek kesehatannya oleh KKP yang sudah didampingi dokter-dokter di KKP itu akan ditetapkan 2 status yaitu status sehat atau tidak bergejala COVID-19 dan status bergejala COVID-19," kata Muhadjir.

"Jadi walaupun dari tempat asalnya sudah mendapatkan health certificate nanti kalau memang ada yang bergejala ada COVID-19 nya akan dipisahkan dan kemudian akan melakukan isolasi dan isolasinya akan dipusatkan di.. tempat, ada 3 tempat yang sekarang sedang disiapkan, atau 4, pertama yaitu di pusat-pusat karantina yang sekarang ini dikelola oleh Kementerian Sosial dan itu selama ini sudah digunakan terutama untuk mengkarantina para deportan yaitu mereka yang sudah bermasalah dengan imigrasi dari negara asal, kemudian yang kedua adalah di Pulau Galang, dan yang ketiga adalah di Kepulauan Natuna, dan yang keempat adalah di Pulau Sebaru, itu adalah untuk mereka yang bergejala COVID. Sedangkan yang sehat nanti akan dikeluar..., dikembalikan di daerah masing-masing," imbuhnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2