Round-Up

Jokowi Ungkap Fenomena Mudik Dini karena Pandemi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 06:41 WIB
Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)

Jangan Berlebihan Awasi Pemudik

Jokowi mengingatkan para kepala daerah tidak berlebihan dalam meningkatkan pengawasan terkait COVID-19 itu.

"Untuk warga yang sudah telanjur mudik, saya minta kepada para gubernur, bupati, dan wali kota, meningkatkan pengawasannya di daerah masing-masing sangat penting," ujar Jokowi.

Ia turut memuji langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyiapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para pemudik.

"Saya sudah menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah bahwa provinsinya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik di desa maupun di kelurahan, bagi para pemudik, inisiatif yang bagus," tuturnya.

Namun Jokowi meminta agar pemeriksaan dan pengawasan pemudik dilakukan secara terukur. Jokowi berharap screening tidak dilakukan secara berlebihan.

"Jangan sampai menimbulkan juga langkah-langkah penyaringan atau screening yang berlebihan bagi pemudik yang telanjur pulang kampung. Terapkan protokol kesehatan dengan baik untuk memastikan bahwa kesehatan para pemudik itu betul-betul memberikan keselamatan bagi warga yang ada di desa," tuturnya.

14 Ribu Pemudik Naik Bus dalam 8 Hari

Jokowi mengatakan pergerakan arus mudik mulai terjadi dalam delapan hari terakhir. Jokowi menyebut 876 bus antarprovinsi sudah melayani para pemudik dengan total 14 ribu orang.

"Laporan yang saya terima dari Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya. Dan sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik, terutama dari para pekerja informal di Jabodetabek menuju ke Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, dan DIY, serta ke Jawa Timur," kata Jokowi dalam ratas yang disiarkan secara live, Senin (30/3/2020).

"Selama delapan hari terakhir ini, tercatat ada 876 bus antarprovinsi yang membawa kurang-lebih 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY," sambungnya.

Jokowi menyebut angka tersebut diakumulasikan dengan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi atau moda transportasi lainnya. Karena itu, dia meminta agar ada pergerakan untuk membatasi jumlah orang yang berpindah ke tempat lain.

Halaman

(dhn/dhn)