Hotel Borobudur Ancam Tuntut Saksi Korban Tamu SBY
Jumat, 09 Des 2005 17:10 WIB
Jakarta -
Sikap tidak kooperatif tamu Presiden SBY yang kehilangan uang 300 ribu dolar AS membuat manajemen Hotel Borobudur hilang kesabaran. Manajemen mengaku tidak segan-segan menuntut tamu dari Rabithah Alam Islami (Liga Islam Dunia) itu."Kami tidak segan-segan menuntut saksi korban atas sikap tidak bekerjasamanya yang merugikan pihak hotel," kata Manager Hotel Borobudur Poul Bitsch lewat penerjemahnya dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (10/12/2005).Saat hilangnya tas berisi uang setara dengan Rp 2,9 miliar itu terjadi, pihak korban sama sekali tidak menyebutkan isi tas tersebut. Akibatnya, pihak hotel tidak mendapatkan informasi yang diharapkan. Malah baru mengetahui isi tas dari berita-berita di media massa. Apalagi tamu negara tersebut tidak terlihat lagi usai melaporkan kehilangan tersebut kepada bagian keamanan hotel.Meski begitu, manajemen Hotel Borobudur akan terus berupaya mengusut tuntas kasus yang menimpa tamu hotelnya itu. Manajemen akan bekerjasama dengan pihak kepolisian, yakni Polsek Sawah Besar dan Polres Jakarta Pusat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.Poul lalu menceritakan kronologi kejadian yang diperolehnya dari karyawan hotel. Menurutnya, ia menerima laporan dari pihak keamanan hotel bahwa ada tiga tamu yang check in pada Kamis (8/12/2005) pagi berputar-putar kebingungan. Saat ditanya, mereka berbicara dalam bahasa Arab. Oleh penerjemahnya dikatakan mereka kehilangan tas."Seperti yang terlihat di kamera CCTV, tamu tersebut mendatangi meja resepsionis dan bermaksud menukarkan uang sebesar 100 dolar AS. Tapi kemudian manajemen hotel dan kepolisian tidak mendapatkan keterangan yang jelas mengenai jumlah uang yang dibawanya atau keterangan lainnya," papar Poul.Manajemen baru mengetahui isi tas itu dari media massa bahwa tamu tersebut kehilangan uang 300 ribu dolar AS. "Pihak manajemen dan kepolisian mendapatkan kesulitan, karena tamu tidak berkenan bekerjasama memberikan informasi yang dibutuhkan. Kami bahkan tidak menemukan lagi tamu hotel itu bersama penerjemahnya," tandas Poul.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































