Buah Solidaritas adalah Keadilan

Hari HAM Sedunia

Buah Solidaritas adalah Keadilan

- detikNews
Sabtu, 10 Des 2005 22:40 WIB
Jakarta - Ruang kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini dipenuhi oleh pertunjukan telanjang aneka kekerasan. Hal ini pun menjadi catatan keprihatinan tentang wajah kekerasan di Indonesia pada peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember.Catatan keprihatinan ini disampaikan Pusat Kajian dan Edukasi Masyarakat (Pakem) cs dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/12/2005)."Peristiwa kekerasan di Tanah Air menunjukkan konflik sosial telah menjadi destruktif, sehingga menimbulkan rasa was-was dan keprihatinan," sebut Pakem cs.Pemerintah pun diminta untuk segera mengambil langkah kongkret dan tegas dalam menegakkan hukum, demi terciptanya keadilan sosial."Pelaksanaannya berdasarkan semboyan opus solidaritatis justisia, yakni buah solidaritas adalah keadilan," sebut Pakem cs.Kerjasama dan solidaritas harus digalang, menjamin persamaan hak dan kewajiban semua orang, terutama hak-hak orang kecil. Selain itu mengantisipasi dan mencegah berbagai tindak kekerasan terhadap kemanusiaan dalam bentuk apa pun.Pakem cs menyoroti penyalahgunaan wewenang aparat negara yang seharusnya menjadi abdi masyarakat, yang justru dijadikan alat kekuasaan untuk mencapai tujuan tertentu.Sementara ada kecenderungan masyarakat menggunakan caranya sendiri lantaran sudah mengalami kebuntuan dan kecewa atas pelayanan birokrat yang diskriminatif. Alhasil sebagian masyarakat menganggap penggunaan kekerasan terhadap orang lain kini menjadi sah.Potret kekerasan yang melanda negeri ini bisa terlihat dari konflik berdarah di Maluku dan Poso, penyerbuan Jemaah Ahmadiyah di Bogor, perusakan tempat hiburan malam, dan penutupan jalan bagi Sekolah Yayasan Sang Timur di Tangerang.Belum lagi kerusuhan yang menyertai pilkada di berbagai pelosok Tanah Air, pendudukan dan pembakaran gedung KPUD, kantor KUA dan rumah jabatan ketua DPRD oleh massa yang menolak hasil pilkada, seperti di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.Ditambah lagi bentrokan massa dengan aparat desa, bahkan sampai terjadi pembunuhan di beberapa daerah akibat ketidakpuasan masyarakat atas program penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT)."Itulah sebagian kecil potret kekerasan yang harus segera diakhiri pemerintah," sebut Pakem cs. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads