Hidayat: Impor Beras Hanya Buat Petani Kelaparan
Minggu, 11 Des 2005 00:27 WIB
Makassar - Impor beras yang dilakukan pemerintah bisa menjadi pemicu anjloknya harga gabah petani lokal. Imbasnya, kesejahteraan petani menurun, dan bisa mengakibatkan busung lapar dan kelaparan. "Uang negara dipergunakan untuk membeli beras dari Vietnam. Harusnya dipergunakan untuk membeli gabah petani sehingga petani kita bisa berjalan sejahtera dan tidak terkena busung lapar," kata Hidayat Nurwahid, ketua MPR RI ketika ditemui wartawan usai menghadiri seminar sehari tentang "Peran dan Fungsi MPR pasca amandemen UUD 1945 serta Peran Idealnya ke Depan" di Gedung Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu (11/12/2005). Hidayat menyesalkan harga gabah petani tidak juga naik. Padahal, dengan adanya impor beras ini, petani Vietnam justru mendapat keuntungan. "Petani di Vietnam mendapat keuntungan dari pembelian orang Indonesia, sementara petani kita mengelur harga gabah anjlok," keluhnya. Lebih lanjut, Hidayat mengimbau agar orientasi pemerintah jangan lagi mengimpor beras tapi mensejahterakan rakyat. "Saya setuju dengan anggota DPR bahwa orientasi jangan lagi pada impor beras tapi bagaimana mensejahterakan petani," ungkapnya. Sekadar diketahui, pemerintah masih tetap menerapkan kebijakan impor beras. Padahal, DPR sudah meminta kebijakan ini dibatalkan. Alhasil, 105 anggota dewan mengajukan usul penggunaan hak angket atas masalah ini.
(ton/)











































