Polda Metro Tangkap Penyebar Hoax Cipinang Melayu Lockdown-Penutupan Tol

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 18:03 WIB
Gedung Promoter Polda Metro Jaya yang pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp 498 miliar telah diresmikan, Jumat (19/1/2017). Peresmian dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Foto: Gedung Promoter Polda Metro (Agung Pambudhy)
Jakarta -

Di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19), sejumlah oknum malah membuat resah warga dengan menyebar berita bohong atau hoax. Di antaranya hoax terkait penutupan pintu Tol ke Jakarta dan Cipinang Melayu lockdown. Para pelaku pun telah ditangkap polisi.

"Yang pertama terkait berita kemarin ada hoax isu lockdown tentang data tol yang akan ditutup yang menyebar di medsos," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Yusri mengatakan, pelaku berinisial A itu kini telah ditahan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Polisi kini tengah mendalami motif pelaku menyebarkan info hoax tersebut.

"Inisial A kita tahan yang bersangkutan untuk kita dalami motif apa yang buat dia mau menyebarkan berita tersebut," imbuh Yusri.

Selain itu, Polres Jaktim juga mengamankan 2 orang terkait penyebaran hoax. Salah satunya, seorang pria yang menyampaikan informasi soal 'Cipinang Melayu lockdown'.

"Sekarang yang bersangkutan udah kita amankan dan sekarang masih diproses. Ini pelakunya kemarin dia yang video dia katakan daerahnya lockdown," tutur Yusri.

Polres Jaktim juga mengamankan seorang pria yang menyebarkan video terkait adanya orang sakit yang disebut pelaku 'korban Corona' di PGC Cililitan, Jaktim. Pelaku diamankan, seorang wanita berinisial A.



"Pelakunya berhasil kita amankan seorang perempuan inisialnya A, ini juga sama diamankan di daerah Jaktim. Ini yang screenshot di media sosial tentang hoax orang sakit," paparnya.

Selanjutnya, polisi juga menangkap penyebar hoax terkait 'korban Corona' di Bandara Soekarno-Hatta.

"Yang ketiga, ada hoax di Bandara Soetta sama, ada orang sakit tapi yang bersangkutan sebarkan di medsos yang bersangkutan sakit karena Covid-19 sehingga buat resah seisi bandara itu. Pelakunya insialnya H alias B," tututrnya.

Lebih lanjut Yusri mengimbau warga untuk tidak menyebar berita hoax terkait Corona yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Yusri mengingatkan pihaknya akan menindak tegas penyebar berita hoax.

(mei/mea)