Sebulan Berlalu, Pengacara Minta Polisi Usut Penyerangan UIN Mataram

Faruk - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 08:42 WIB
Ilustrasi garis polisi dilarang melintas
Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Mataram -

Kuasa Hukum Kampus UIN Mataram, meminta Polres Kota Mataram untuk bersikap tegas dalam menangani kasus penyerangan dan perusakan kampus yang terjadi pada sebulan lalu. Perusakan ini disebut mengakibatkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.

"Sehingga kasus ini harus betul-betul ditangani secara sungguh-sungguh oleh pihak kepolisian," ungkap Irpan Suriadiata kepada wartawan, Sabtu (28/3/2020) malam.

Irpan yang merupakan Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Kota Mataram ini mengatakan kliennya sudah menyerahkan seluruh barang bukti yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk mempermudah proses penyelidikan perkara. Barang tersebut di antaranya rekaman CCTV, barang bangunan yang dirusak, juga keterangan-keterangan dari saksi yang telah diperiksa.

"Dengan keberadaan barang bukti tersebut khususnya rekaman CCTV, akan sangat mempermudah kepolisian dalam mengungkap siapa pelaku dan dalang dari perusakan kampus UIN Mataram ini," ujarnya.

"Kita akan terus mendorong dan mendukung kepolisian untuk mengusut kasus ini, sampai semua pelaku dan dalang kejadian ini terungkap dan ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, kampus UIN Mataram diserang sejumlah orang pada pada Minggu (1/3) dini hari. Sejumlah gedung mengalami kerusakan akibat penyerangan tersebut. Akibat penyerangan tersebut, seorang dosen juga terluka.

Polsek Ampenan berkoordinasi dengan Polres Mataram untuk menyelidiki dan mengamankan UIN Mataram. Diduga ada sejumlah orang yang melakukan perusakan.

"Pelaku kemarin sedang kita identifikasi, karena infonya banyak pelakunya. Koordinasi dengan kepala lingkungan. Itu info yang banyak turun ke lapangan opsnal, reserse polres. Kami sinkronkan untuk keterangan lebih dalam," ujar Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Nasrullah saat dihubungi, Senin (2/3).

(jbr/rfs)