Tim FKM UI: Tanpa Intervensi Negara, 2,5 Juta Orang RI Bisa Kena Corona

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 08:26 WIB
WHO menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Pasalnya virus corona telah menyebar ke ratusan negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Foto ilustrasi: Aktivitas warga Jakarta di tengah wabah Corona. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Orang yang terjangkit virus Corona tidak bisa dibiarkan sembuh sendiri. Pandemi ini perlu intervensi pemerintah secara serius. Bila tak ada peningkatan penanganan terhadap penularan virus itu, maka hampir 2,5 juta orang di negara ini berpotensi terjangkit COVID-19.

Prediksi tersebut merupakan salah satu bagian dari draf 'COVID-19 Modelling Scenarios, Indonesia', disusun oleh Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tanggal 27 Maret 2020, ditujukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Kita diminta oleh Bappenas," kata pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, kepada detikcom, Minggu (29/3/2020).

Pandu adalah salah satu anggota tim penyusun draf 'COVID-19 Modelling Scenarios: Indonesia'. Selain dia, ada Iwan Ariawan, Muhammad N Farid, dan Hafizah Jusril.

Di Indonesia hari ini, sudah ada 1.155 kasus positif COVID-19, 102 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Kasus-kasus itu bukan sekadar angka, tapi merupakan jumlah manusia. Angka itu bisa meningkat berlipat-lipat bila tak ada intervensi tingkat tinggi dari pemerintah untuk menanggulangi penyebaran COVID-19.

Berikut adalah jenis-jenis intervensi yang dilakukan terhadap penularan COVID-19 yang dimaksud Tim FKMUI:
1. Tanpa intervensi
2. Intervensi rendah: jaga jarak sosial secara sukarela, membatasi kerumunan massa
3. Intervensi moderat: tes massal cakupan rendah, mengharuskan jaga jarak sosial (penutupan sekolah/bisnis)
4. Intervensi tinggi: tes massal cakupan tinggi, mewajibkan jaga jarak sosial

Berdasarkan jenis-jenis intervensi di atas, termasuk jenis yang manakah penanganan pemerintah Indonesia terhadap COVID-19 saat ini?

"Yang sekarang hanya ada imbauan. Jadi, antara tanpa intervensi dan intervensi rendah," kata Pandu Riono, Doktor epidemiologi lulusan University of California Los Angeles ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2