Round-up

Corona Makin Gawat, DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 05:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pertemuan itu membahas langkah-langkan percepatan penanganan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Dewanto Samodro/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Dewanto Samodro
Jakarta -

Jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat. DKI Jakarta adalah provinsi yang paling banyak kasusnya.

DKI Jakarta menjadi wilayah yang paling terdampak virus corona. Jumlah kasus positif corona di DKI Jakarta paling banyak dibandingkan dengan provinsi lain.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mulai mengambil langkah. Anies menetapkan status Jakarta menjadi tanggap darurat corona pada Jumat (20/3). Anies mengatakan keputusan itu diambil guna mengurangi potensi penyebaran Corona.

"Hari ini kita menetapkan bahwa ditetapkan tanggap darurat bencana wabah COVID-19," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Masa darurat ditetapkan selama 14 hari. Terhitung dari 20 Maret-5 April 2020. Perkembangan virus Corona di Jakarta bakal menentukan diperpanjang atau tidak.

"Situasi di Jakarta beda dengan 2 pekan lalu ataupun pekan lalu. Jumlah yang wafat cukup banyak dan kita berduka," jelas Anies.

Namun, belum genap dua pekan, Anies memutuskan untuk perpanjang waktu masa darurat. Pada Sabtu (28/3), Anies mengumumkan kalau masa darurat diperpanjang hingga 19 April 2020.

"Nah kita perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan terus berjalan, karena itu status tanggap darurat di Jakarta, akan kita perpanjang, yang semula tanggal 5 April maka diperpanjang sampai dengan 19 April," kata Anies, dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui akun youtube Pemprov DKI, Sabtu (28/3/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2