Lab Indonesia Siap Identifikasi Flu Burung

Lab Indonesia Siap Identifikasi Flu Burung

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 16:13 WIB
Jakarta - Jika selama ini pasien flu burung di Indonesia harus menunggu hasil laboratorium WHO di Hong Kong untuk mendapatkan kepastian apakah mereka positif atau negatif terkena flu burung, maka tidak lama lagi Indonesia akan mempunyai sebuah lab yang mampu melakukan identifikasi virus flu burung secara cepat.Hal ini disampaikan oleh ahli pulmonology Fakultas Kedokteran UI, yang juga ketua Dewan Pembina Laboratorium Institute of Human Virology and Cancer Biology UI (IHVCB UI) Prof Dr Hadiarto Mangunnegoro SpP(K), dalam jumpa pers seminar nasional "Avian Influenza Pandemic: Global Perspective" di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (9/12/2005)."IHVCB UI adalah pusat penelitian terhadap virus yang sudah beroperasi selama satu tahun dan telah melakukan penelitian untuk mengidentifikasi HIV, TBC, dan DBD," ujar Hadiarto.Dia menambahkan, menurut rencana, laboratorium ini ditargetkan mampu melakukan identifikasi terhadap Avian Influenza (AI) dan menjadi laboratorium berstandar internasional."Kita sudah bicara dengan Menkes, dan Menkes sudah melihat laboratorium kita, teknologi kita sudah memungkinkan melakukan rapid test untuk mengidentifikasi AI secara cepat, mungkin enam bulan lagi sudah mulai bisa dilakukan," ujarnya.Sedangkan mengenai target laboratorium IHVCB UI mengajukan diri ke WHO sebagai lab rujukan, Hadiarto mengatakan target ini masih merupakan wacana. Menurutnya, WHO punya tim khusus untuk melakukan akreditasi. Karena saat ini IHVCB UI masih dalam proses meningkatkan bio safety level dari 2 plus menjadi 3."Kita mau buktikan dulu kalau kita bisa melakukan penelitian bermutu," ujarnya.Kerjasama dengan SingapuraPada kesempatan yang sama, Kepala Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Soelianti Saroso, Dr Santoso Suroso mengatakan, Indonesia akan melakukan kerjasama dengan Singapura untuk melakukan penelitian tentang virus AI."Litbangkes Depkes akan bekerjasama dengan RSPI Tan Tok Seng Singapura, penelitian akan dilakukan di Indonesia, yaitu memantau proses perkembangan virus AI," ujar Suroso. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads