Round-Up

Daftar Negara yang Lockdown karena Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 09:15 WIB
Thailand menambah deretan negara yang terapkan lockdown guna cegah penyebaran Corona. Industri hiburan dan pariwisata turut terdampak kebijakan tersebut.
Ilustrasi Thailand melakukan lockdown. (Foto: dok. Getty Images)

15. Rwanda: 21 Maret

Rwanda merupakan negara Afrika sub-Sahara yang juga menerapkan lockdown mulai 21 Maret lalu. Seperti dilansir AFP, Minggu (22/3/2020) pemerintah Rwanda melarang warga keluar rumah. Keluar rumah hanya diperbolehkan untuk keperluan perawatan kesehatan, makanan dan pergi ke bank.

"Gerakan dan kunjungan yang tidak perlu di luar rumah tidak diizinkan," kata pemerintah Republik Rwanda dalam pernyataan resminya.

Dalam pernyataan itu juga dijelaskan bahwa semua perbatasan ditutup kecuali untuk lewatnya barang dan kargo serta warga Rwanda. Semua pusat kegiatan ditutup kecuali pasar induk. Pun ada pembatasan perjalanan antara kota dan kabupaten.

Pemerintah Rwanda pada hari Sabtu (21/3) telah mencatat 17 kasus COVID-19 di negaranya. Jumlah ini adalah yang tertinggi di wilayah Afrika Timur. Semua penerbangan komersial ke negara tersebut juga telah ditangguhkan, semua bar ditutup.


16. Inggris: 23 Maret

Kebijakan lockdown juga diikuti oleh Inggris. Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown selama tiga pekan untuk menangkal penyebaran virus Corona atau COVID-19. Setiap toko dan layanan jasa ditutup sementara, dengan warga dilarang untuk berkumpul.

"Tetap di rumah," tegas Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (24/3/2020).

Pengumuman lockdown ini disampaikan pada Senin (23/3) malam waktu setempat, setelah jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Inggris bertambah menjadi 335 orang. Jumlah total kasus virus Corona di Inggris saat ini mencapai 6.650 kasus.

Langkah tegas ini diambil PM Johnson setelah muncul kemarahan dari pemerintah yang merasa imbauan agar warga mengurangi kontak sosial demi meminimalisasi penularan virus Corona, diabaikan oleh publik. Kerumunan orang terlihat menikmati akhir pekan di taman-taman setempat dan di area pinggiran negara itu.

17. India: 24 Maret

Kebijakan lockdown pun juga diterapkan oleh India mulai 24 Maret ini. Seluruh penduduk India mulai menjalani lockdown selama tiga pekan penuh, di tengah lonjakan kasus virus corona di negara itu.

Sebagaimana dilansir BBC, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan kepada penduduk India yang berjumlah sebanyak 1,3 miliar jiwa, bahwa satu-satunya cara menyelamatkan mereka dari virus corona adalah untuk tidak bepergian.

"Akan ada larangan total untuk keluar dari rumah Anda," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa (24/03).

"Seluruh negeri akan lockdown, lockdown total," ujarnya kemudian.

Dia mengimbau agar orang-orang tidak panik - tetapi orang banyak dengan cepat menyerbu toko-toko di ibu kota, Delhi, dan kota-kota lain, sebelum peraturan berlaku.

Belum jelas apakah nantinya warga boleh ke luar rumah untuk sekedar membeli makanan dan kebutuhan pokok lainnya, setelah aturan itu diterapkan.

18. Afrika Selatan: 26 Maret

Mengikuti Rwanda, Afrika Selatan juga akan melakukan lockdown guna cegah Corona. Lockdown dimulai dari Kamis 26 Maret 2020.

Dilansir dari reuters, Selasa (24/3/2020), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah akan memberlakukan lockdown selama 21 hari secara nasional. Lockdown dimulai tengah malam pada hari Kamis untuk menahan wabah virus corona.

Dalam pidatonya kepada negara, Ramaphosa mengatakan sejumlah tentara akan dikerahkan untuk membantu polisi selama lockdown berlangsung.

19. Thailand: 26 Maret

Kebijakan ini pun dilakukan Thailand untuk mencegah penyebaran Corona. Negeri gajah putih ituh mulai memberlakukan lockdown Kamis (26/3). Sebelumnya, pada 21 Maret sempat ada soft lockdown di ibukota Bangkok.



Perbatasan negara tersebut akan ditutup untuk para pendatang asing. Acara-acara pertemuan sosial juga akan dilarang, perjalanan domestik akan dibatasi dan seluruh toko kecuali toko-toko yang penting akan ditutup hingga akhir April mendatang.

Rincian tersebut disampaikan oleh pemerintah Thailand pada Rabu (25/3), sehari setelah rencana kebijakan keadaan darurat diumumkan.

"Thailand berada pada titik balik dalam wabah ini dan situasinya bisa jauh lebih buruk," kata Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-Ocha dalam pidatonya yang disiarkan televisi seperti dilansir Bloomberg, Kamis (26/3).


(rdp/rdp)