Round-Up

Daftar Negara yang Lockdown karena Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 09:15 WIB
Thailand menambah deretan negara yang terapkan lockdown guna cegah penyebaran Corona. Industri hiburan dan pariwisata turut terdampak kebijakan tersebut.
Ilustrasi Thailand melakukan lockdown. (Foto: dok. Getty Images)

8. Manila dan Pulau Luzon, Filipina: 15 Maret

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan me-lockdown ibu kota negara, Manila. Keputusan ini juga dibuat untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19).

Duterte juga melarang massa berkumpul atau berinteraksi di luar rumah. Dia juga menutup sekolah hingga sebulan. Perjalanan domestik dari dan menuju Manila pun dihentikan. Pemberlakuan lockdown dimulai pada 15 Maret sampai 14 April.

Bukan hanya Manila, Duterte juga me-lockdown Pulau Luzon pada 17 Maret 2020. Warga Pulau Luzon, yang berjumlah 57 juta orang, diinstruksikan selalu berada di rumah.

"Anda tak punya pilihan. Anda harus tetap berada di rumah," ujar Duterte.

Pembatasan ini masih mengizinkan orang untuk ke luar rumah membeli kebutuhan pokok dan pergi bekerja untuk beberapa industri. Supermarket, apotek, klinik kesehatan, bank, dan layanan dasar lain akan tetap buka.

9. Lebanon: 16 Maret

Lebanon melarang penerbangan dari dan ke 11 negara yang tengah dilanda wabah virus Corona. Keputusan ini berlaku sejak Kamis, 12 Maret 2020.

Ke-11 negara yang dilarang itu adalah Italia, Iran, China, Korea Selatan, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Irak, Mesir, dan Suriah.

Kemudian, keputusan lockdown diambil negara ini pada 16 Maret. Dilansir Gulf News, Bandara Internasional Beirut benar-benar ditutup pada 18-29 Maret. Dilansir The Times of Israel, Menteri Informasi Manal Abdel Samad meminta warganya tetap di rumah sampai 29 Maret.

10. Prancis: 17 Maret

Otoritas Prancis juga mengumumkan akan lockdown selama 15 hari. Keputusan ini langsung diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, 17 Maret 2020.

Warga Prancis diminta tidak ke luar rumah kecuali untuk keperluan belanja. Disebutkan, bila perintah tersebut dilanggar, warga akan diberi hukuman.

Sejumlah acara di Prancis juga akan ditunda untuk mengantisipasi penularan Corona. Salah satunya pemilihan lokal putaran kedua, yang dijadwalkan pada 22 Maret 2020.


"Sangat membatasi pergerakan setidaknya untuk 15 hari ke depan dan membatasi kontak sosial sebanyak mungkin. Setiap pelanggaran terhadap rezim baru ini akan dihukum," kata Macron seperti dilansir AFP, Selasa (17/3).

Diketahui, saat ini dilaporkan lebih dari 5.400 kasus virus Corona (COVID-19) di Prancis, dengan kematian mencapai 127 kasus.