Round-Up

Kerja di Rumah Saja Bikin Volume Kendaraan Berkurang di Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 08:51 WIB
Semakin mewabahnya virus corona pembuat perusahaan dan PNS di Jakarta bekerja di rumah (WFH). Jakarta pun kini semakin sepi.
Foto aerial simpang kawasan Sudirman-Thamrin yang berpotongan dengan Jalan Layang Non-Tol di kawasan Kuningan, Jakarta yang diabadikan pada Jumat, 27 Maret 2020 (Foto: Galih Pradipta/Antara Foto)
Jakarta -

Seruan untuk tetap berada di rumah di tengah pandemi virus corona berimbas pada pergerakan kendaraan bermotor di Jakarta. Suasana Ibu Kota yang seolah tak pernah lepas dengan hiruk pikuk mendadak lengang.

Kebijakan untuk bekerja dari rumah atau work from home yang biasa disingkat WFH itu digaungkan seiring dengan semakin meningkatnya angka penyebaran virus corona terbaru dari Wuhan, China tersebut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terekam berkali-kali menyampaikan anjuran itu untuk diikuti seluruh masyarakat.

"Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah betul-betul harus kita sampaikan terus sehingga betul-betul bisa dijalankan secara efektif di lapangan. Tetapi kita harus tahu juga bahwa yang bekerja di lapangan dan di kantor tetap saling menjaga jarak," kata Jokowi dalam suatu kesempatan.

Kini kasus positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka 1.000. Anjuran untuk tetap di rumah semakin digalakkan.

"Hindari kontak dekat, oleh karena itu jaga jarak pada saat melaksanakan komunikasi sosial dengan siapa pun, baik itu di rumah maupun di luar rumah, yang menjadi keprihatinan kita sekarang adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak memperhatikan hal ini," kata Achmad Yurianto sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona pada hari Jumat, 27 Maret 2020, dalam kanal YouTube BNPB.

Arahan-arahan itu lantas diserukan pula oleh para kepala daerah, termasuk Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setidaknya pada Senin, 16 Maret lalu, Anies sempat mengunggah foto Jokowi di akun Instagram miliknya.

View this post on Instagram

Mari semua yang di Jakarta ikut melaksanakan arahan Presiden @jokowi: kerja dari rumah.⁣ ⁣ ... ⁣ ⁣ Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Menghadapi pandemik global Covid-19 ini beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita, ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensinya, ada yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19.⁣ ⁣ Sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia ini derajatnya bervariasi antardaerah.⁣ ⁣ Karena itu, saya minta seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota terus memonitor kondisi daerahnya, berkonsultasi dengan pakar medis, dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.⁣ ⁣ Para kepala daerah juga saya minta membuat kebijakan sesuai kondisi daerahnya menyangkut proses belajar dari rumah bagi pelajar/mahasiswa, kebijakan tentang sebagian ASN bekerja di rumah dengan tetap memberi pelayanan kepada masyarakat, dan menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang.⁣ ⁣ Selain itu, setiap daerah agar meningkatkan pelayanan pengetesan infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal, memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit Daerah, bekerja sama dengan Rumah Sakit Swasta, serta lembaga riset dan pendidikan tinggi.⁣ ⁣ Saya sudah memerintahkan untuk memberikan dukungan anggaran untuk digunakan secara efektif dan efisien, cepat, dan memiliki landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakannya.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on Mar 15, 2020 at 5:44pm PDT

Dalam unggahannya itu, Anies menyampaikan pesan "Mari semua yang di Jakarta ikut melaksanakan arahan Presiden @jokowi: kerja dari rumah,"

Kebijakan ini lantas berimbas langsung dengan situasi di Jakarta. Secara kasatmata hampir tidak ditemukan adanya kemacetan lagi di Ibu Kota.

Pemerintah: Social Distancing Itu Penting, Mari Kita Patuhi: