Pasien Positif Corona di Sulteng Punya Riwayat Perjalanan ke Jakarta

M Qadri - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 00:11 WIB
Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.
Ilustrasi penanganan pasien Corona (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Palu -

Seorang pasien di Sulawesi Tengah (Sulteng) dikonfirmasi positif Corona (COVID-19). Pasien tersebut sudah dirawat 3 pekan hingga akhirnya dinyatakan positif.

"Kasus yang positif adalah pasien yang sebelumnya berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) yang sudah menjalani perawatan medis selama 21 hari," kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola kepada detikcom saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

Pasien tersebut dirawat di RSUD Undata. Sebelumnya, dia sempat menjalani perawatan di RS swasta di Kota Palu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr Reny A Lamadjido mengatakan pasien tersebut tiba di Palu pada Selasa (3/3). Pasien tersebut mengalami demam sehari setelah tiba di Palu.

"Yang bersangkutan merupakan pasien 04 yang di rawat di RSUD Undata Palu. Untuk riwayat perjalanannya dia lama di Jakarta. Sejak Oktober 2019 di Jakarta dan tiba di Palu 3 Maret 2020," kata Reny saat dikonfirmasi terpisah.

Begitu mengalami demam, pasien tersebut sempat menjalani perawatan medis di RS swasta di Palu hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Undata untuk menjalani isolasi.

"Pasien juga sebelumnya memiliki penyakit bawaan namun belum bisa kita sampaikan karena itu sifatnya masih tertutup. Untuk umurnya sekitar 62 tahun dan berjenis kelamin perempuan," kata Reny.

Di luar terkonfirmasinya kasus positif Corona pertama, tercatat ada penambahan kasus baru untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3 orang. Sehingga total ada 41 ODP. Selain itu ada 18 pasien dalam pemantauan (PDP).

(jbr/idn)