Pemkot Bogor Usulkan Laboratorium IPB Jadi Litbangkes Tangani Corona

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 21:33 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim
Didie A Rachim (Farhan/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencatat ada 5 pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor yang meninggal dunia akibat virus Corona (COVID-19). Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengusulkan Laboratorium IPB menjadi Litbangkes untuk menangani virus Corona.

"Apa solusinya? Kami sudah lakukan koordinasi dengan Rektor IPB. Rencananya, ini sudah diusulkan oleh IPB untuk memanfaatkan salah satu laboratoriumnya untuk menjadi cabang bangkesnya (Litbangkes) Jabar (Jawa Barat) di Kota Bogor," kata Dedie, dalam keterangannya di channel YouTube Pemerintah Kota Bogor, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan usulan ini telah diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Dedie menyebut pihak IPB sudah menyetujui laboratoriumnya difungsikan menjadi Litbangkes.

"Pada prinsipnya, Rektor IPB sudah menyetujui untuk penggunaan laboratorium," ujar Didie.

Namun Dedie menyebut proses administrasi perlu dilakukan agar laboratorium tersebut bisa dipakai. Butuh waktu untuk menempuh proses tersebut.

"Pada prinsipnya (Dinkes Jabar) oke, tapi harus ditempuh proses administrasi, jadi butuh waktu. Mudah-mudahan 1-3 hari ke depan kita bisa pastikan laboratorium IPB bisa dipakai," ucap Dedie.

Sebelumnya, Pemkot Bogor menyampaikan data terbaru mengenai kasus Corona. Tercatat, 5 pasien PDP di Kota Bogor meninggal dunia.

"Lima orang yang meninggal dunia dalam status PDP," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, dalam keterangannya, Kamis (26/3).

(rfs/rfs)