Kemenag Kaji Manasik Haji Online untuk Jemaah di Tengah Pandemi Corona

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 15:17 WIB
Gedung Kemenag/Istimewa
Foto: Gedung Kemenag/Istimewa
Jakarta -

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) hingga kini masih terus melakukan persiapan musim ibadah haji 1441 Hijriah atau 2020 Masehi. Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Kemenag, Muhajirin mengatakan, pelunasan biaya perjalan ibadah haji (Bipih) masih terus dilakukan jemaah.

"Prinsipnya karena haji nanti operasionalnya berangkatnya nanti di bulan Juni, sampai dengan hari ini kami terus masih melakukan persiapan-persiapan yang masih perlu dilakukan. Sampai dengan hari ini penyiapan-penyiapan administrasi yang tentu dikerjakan karena sekarang juga kerja di rumah tetap kita lakukan lalu terutama pelunasan masih terus jalan," ujar Muhajir saat dihubungi detikcom, Kamis (26/3/2020).

Muhajir mengatakan, persiapan yang ditunda yakni memberikan pelatihan kepada petugas. Selain itu, manasik haji untuk jemaah juga ditunda. Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah yang melarang adanya pengumpulan massa.

"Kecuali kegiatan-kegiatan yang menghimpun orang banyak ditunda, misalnya pelatihan petugas bimbingan, manasik, itu kita tunda," ucap dia.

Menurut Muhajir, Kemenag saat ini tengah mengkaji membuat sistem manasik haji dengan tidak mengumpulkan massa. Salah satunya dilakukan secara online.

"Sekarang sedang dibuat pola nanti pelaksanaan sistemnya bisa jadi bisa manasik secara online, bisa melalui radio bisa melalui televisi serta bisa penyampaian nanti panduan-panduan singkat bagi jemaah. Sekarang sedang disusun polanya karena memang kita masih punya cukup waktu untuk melakukan itu," katanya.

Kendati demikian, kata Muhajir, manasik haji secara online bukan satu-satunya cara. Menurutnya, bisa dilakukan dengan hal yang lain seperti melalui radio hingga buku panduan yang diberikan Kemenag.

"Tidak satu-satunya kan itu, salah satunya online. Sedang dikaji pola-pola yang kita buat, saya kira di daerah-daerah juga masih banyak radio kan, terus pembuatan panduan yang singkat, itu yang bisa disampaikan juga dikirim ke masing-masing jemaah serta pola-pola yang sedang disusun lainnya," katanya.

"Kami kebetulan mendapat informasi umumnya, maka saya sampaikan tadi online, bisa lewat televisi bisa lewat radio. Meski kita sadar jemaah kita terdiri dari jemaah yang sudah sepuh jadi banyak dinamikanya. Tapi insyaAllah semuanya ada jalan keluarnya," sambungnya.

Muhajir mengatakan, untuk pelatihan petugas haji, bisa dilakukan berdekatan dengan waktu keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila Pemerintah Arab Saudi menunda pelaksanaan ibadah haji 2020, sehingga biaya pelatihan petugas tidak menjadi sia-sia.

"Karena pelatihan petugas berdekatan dengan keberangkatan juga tidak ada masalah. Kalau dipaksakan dilakukan sekarang lalu tiba-tiba tidak jadi kan dari segi biaya kan mubazir juga," ucapnya.

Update Corona DKI: 495 Positif, 48 Wafat, 50 Tenaga Medis Terpapar:

Lebih lanjut, Muhajir mengatakan, hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan untuk menunda pelaksanaan ibadah haji 2020. Muhajir berharap wabah virus Corona dapat segera hilang.

"Kita tidak berpikir ditunda dulu, sekarang kita konsentrasi berdoa mudah-mudahan musibah ini berakhir. Jadi kita tidak berpikir untuk ditunda, pokoknya kita siapkan apa yang kita siapkan sambil kita tetap berikhtiar, berdoa supaya musibah virus ini segera berakhir sehingga nanti pada waktunya di musim haji ini bisa kita laksanakan," pungkasnya.

(hri/hri)