Korban Gempa Palu 2018 Masih Banyak di Tenda Darurat, Waswas Wabah Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 11:35 WIB
Nyaris setahun berlalu usai gempa dan tsunami melanda wilayah Palu dan sekitarnya. Hingga kini masih ada sejumlah pengungsi yang tinggal di tenda darurat.
Tenda darurat yang berdiri dampak gempa Palu M 7,4 yang terjadi pada 2018 lalu (Antara Foto/Basri Marzuki)
Jakarta -

Sejumah warga korban gempa bumi magnitudo 7,4 di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2018 lalu masih banyak yang tinggal di tenda-tenda darurat. Mereka mengaku belum mendapat hunian sementara yang dibangun pemerintah maupun berbagai lembaga kemanusiaan peduli bencana alam.

"Kami masih bertahan di tenda darurat, sebab tidak mendapatkan hunian sementara (huntara)," kata seorang warga korban gempa di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Bahtiar, Kamis (26/3/2020) seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan meski hanya tinggal di tenda darurat, namun mereka cukup bahagia karena masih ada warga lain yang tetap membawakan bantuan bahan makanan dan lainnya.

Namun dia mengaku sangat waswas terhadap wabah virus Corona yang melanda Indonesia dan negara lainnya. Meskipun diketahui belum ada warga Sulteng termasuk Kota Palu yang dilaporkan positif Corona.

"Terus terang hari-hari ini kami terus dihantui virus Corona yang telah membunuh ribuan orang di berbagai negara, termasuk di Indonesia," katanya.

Dia berharap pemerintah ataupun instansi berwenang melakukan penyemprotan di tenda-tenda darurat yang menjadi tempat tinggal sementara para pengungsi korban gempa di Palu yang terjadi pada 28 September 2018 lalu itu.

"Kami berharap tempat kami juga disemprot desinfektan guna mencegah virus tersebut," pinta Bahtiar.

Selanjutnya
Halaman
1 2