Tegaskan Tak Ada Lockdown, Gubernur Bengkulu: Wajib Physical Distancing

Hery Supandi - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 07:59 WIB
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (Foto: Istimewa)
Bengkulu -

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan hingga saat ini pemerintah tidak melakukan penguncian wilayah atau lockdown untuk antisipasi virus Corona. Pernyataan ini menyusul ramainya pertanyaan masyarakat soal kemungkinan dilakukan lockdown untuk wilayah Provinsi Bengkulu.

"Presiden sudah sangat gamblang dan jelas, tidak melakukan lockdown. Ini beliau kembali sampaikan saat rapat melalui video conference dengan seluruh gubernur kemarin," kata Rohidin melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (25/3/2020).

Seusai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rohidin juga melakukan video conference dengan semua kepala daerah se-Provinsi Bengkulu untuk memastikan setiap daerah di Bengkulu melakukan pengawasan secara ketat. Pemda juga diminta melakukan sosialisasi untuk mengurangi mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain.

"Alhamdulillah, semua elemen bergerak. Upaya (pencegahan dan penyebaran COVID-19) ini akan berhasil jika semua masyarakat disiplin. Mari patuh, tahan dan kendalikan sejenak hubungan sosial. Physical distancing, saling menjaga jarak satu sama lain apabila harus bertemu, itu menjadi wajib untuk melindungi kita semua," ujar Rohidin.

Soal beredarnya kabar dan foto surat permohonan lockdown Provinsi Bengkulu dari Wali Kota Bengkulu kepada Gubernur di media sosial, Rohidin tak banyak berkomentar.

Sebelumnya, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengusulkan Pemerintah Provinsi me-lockdown Bengkulu agar virus Corona tidak menyebar di daerahnya. Helmi mengaku akan segera mengirim surat resmi terkait usulan tersebut ke Pemprov Bengkulu.

"Ini penting. Tadi saat rapat video conference dengan Gubernur tidak dibahas soal lockdown ini. Kami memang masih zona hijau, tapi kita tidak bisa santai-santai. Beberapa daerah di Indonesia ini sudah lockdown. Nah, kita akan buat surat mengusulkan ke Gubernur agar Bengkulu ini di-lockdown," ujar Helmi, Rabu (25/3).

Sudah 790 Kasus Positif Corona di Indonesia, Persebarannya?:

(azr/azr)