Waspadai Santi Wahid 'Anak Gus Dur' Berubah Identitas
Jumat, 09 Des 2005 09:40 WIB
Jakarta - Masih ingat Santi Wahid kan? Itu lho perempuan yang mengaku anak ketiga Gus Dur, yang nyaris mengibuli para politisi PDP, sempalan PDIP. Saat ini belang Santi Wahid yang juga pernah mengaku bernama Ina itu telah terbongkar.Besar kemungkinan dia masih berkeliaran mencari mangsa baru, karena belum ada kabar telah ada upaya hukum terhadapnya. Karena itu waspadalah, jangan sampai Anda menjadi korban selanjutnya. Karena ada kemungkinan perempuan licin itu telah mengubah identitasnya.Seorang pembaca detikcom, sebut saja namanya Agus, mengaku pernah menjadi korban penipuan oleh perempuan yang sosoknya mirip Santi Wahid. Perempuan itu sekitar 37 tahun, berkacamata, dan perawakannya agak gemuk. Agus mengaku setelah membaca ciri-ciri Santi Wahid yang ditulis detikcom, dia yakin Santi Wahid dan orang yang menipunya itu sama."Dia menipu uang saya tidak kurang Rp 4,5 juta kira-kira September 2004," kata Agus lewat e-mail. Perempuan itu mengaku bernama Aulia Anisa, anak seorang brigjen, tinggal di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan.Agus mengenal perempuan itu dalam dalam perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan bus Damri tujuan Blok M. "Saya dari Surabaya, saat itu dalam perjalanan dinas ke Jakarta. Dia duduk di sebelah saya yang kebetulan kosong. Dia mengenalkan diri dimulai dengan sharing problem keluarganya yang menurut dia baru dari Pekanbaru untuk ketemu dengan pacarnya yang tidak direstui oleh orangtuanya karena sudah punya calon," cerita Agus. Aulia Anisa ini mengaku saat itu dia lari dari rumah dan hanya mengenakan pakaian apa yang ada di badan. Bahkan HP pun disita oleh orangtuanya. Dia mengaku anak tunggal dari kalangan kraton Yogyakarta. "Tetapi saya saat itu tidak percaya karena kalangan kraton logatnya bukan logat Jawa," kata Agus yang beristrikan perempuan ningrat asal Yogyakarta ini. Di dalam ceritanya, Aulia juga menyampaikan bahwa dia saat ini hidup dengan satu ginjal dan hanya menunggu maut saja. Orangtuanya yang kaya raya adalah orang yang broken home, bapak dan ibu sama-sama punya PIL dan WIL. "Dia bercerita dengan sangat meyakinkan sehingga bisa menimbulkan rasa iba. Dalam pengakuannya, ibunya mengelola PT Subur yang ada di hotel di bilangan Sudirman dan ayah bernama Brigjen Budiman pemilik PT.....saya lupa," kata Agus. Lewat cerita memabukkan Aulia Anisa, Agus pun menggelontorkan jutaan rupiah dari dompetnya. Tapi setelah berpisah, dia berusaha mencari tahu siapa perempuan itu. Dia lantas menelepon pria yang diaku Aulia sebagai ayahnya. "Pak Budiman bilang tidak punya anak bernama Aulia Anisa. Ternyata Pak Budiman mendapat telepon dari orang-orang yang tidak dikenal berkaitan dengan yang mengaku Aulia Anisa," tegas Agus. Agus tersadar dia telah menjadi korban penipuan. Namun dia tidak melaporkan kasus itu kepada polisi. "Saya berharap agar dia sadar dengan apa yang telah dilakukannya," Agus mengakhiri kisahnya.Terkait:Alamat Santi Wahid di Semarang Fiktif
(nrl/)











































