Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polman mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 1 Miliar untuk menangani wabah virus Corona. Usul ini sudah disampaikan ke TAPD Kabupaten Polman dan DPRD Polman.
"Usulan anggaran dari bidang kesehatan, telah disampaikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Polman dan DPRD Polman sebesar Rp 1 miliar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Polman Andi Suiab Nawawi saat menggelar konferensi pers, di Kantor Bupati Polman, Senin (23/3/2020).
Suaib Nawawi mengatakan, usulan anggaran tersebut membengkak lantaran mahalnya pengadaan sejumlah alat medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan barang yang kita butuhkan saat ini tidak tersedia, kalaupun ada harganya sangat mahal melonjak sampai seratus persen bahkan lebih, hal itu yang menyebabkan sehingga usulan anggaran mengalami pembengkakan," ungkapnya.
Menurut dia, saat ini satu drum alkohol sebanyak 250 liter yang awalnya hanya seharga Rp 6 jutaan naik menjadi Rp 13 jutaan per drum. "Kenaikan harga juga terjadi pada alat kesehatan lainnya seperti alat pelindung diri (APD), bahan baku desinfektan, hand sanitizer dan juga masker," terang Suaib Nawawi.
Kendati demikian, Suaib Nawawi mengaku, pihaknya masih menunggu Kementerian Kesehatan untuk APD bagi petugas kesehatan yang menangani kasus COVID-19. Apalagi anggaran yang diusulkan juga akan dimanfaatkan sebagai biaya operasional di lapangan.
Hingga hari ini, terdata ada 47 orang di daerah ini yang masuk dalam daftar pemantauan (ODP). 28 orang di antaranya telah dinyatakan aman setelah 14 hari menjalani masa pemantauan dan tidak menunjukkan tanda-tanda tertular virus Corona. Sementara 19 orang lainnya masih dalam proses pemantauan.
Sementara itu, salah satu pasien dalam pengawasan (PDP), sedang menjalani perawatan di RSUD Andi Makkasau, Parepare dan kondisinya diketahui berangsur membaik.
(gbr/gbr)