5 Fakta Wisma Atlet yang Dijadikan RS Darurat Corona

Puti Yasmin - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 18:15 WIB
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Wisma Atlet Kemayoran/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Pemerintah hari ini, Senin (23/3/2020) resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS darurat pasien virus corona. Lokasi itu, juga akan disiapkan sebagai tempat isolasi.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wisma Atlet Sunter Kemayoran cocok menjadi RS darurat corona karena fasilitas yang mencukupi, seperti listrik, air, dan tempat tidur.

Sebelumnya, Wisma Atlet telah dibersihkan untuk mendukung kegiatan. Tak lupa, penyemprotan desinfektan dilakukan guna meminimalisir risiko.

Berikut Fakta Wisma Atlet Kemayoran:

1. Gedung Bekas Asian Games

Wisma Atlet Kemayoran adalah tempat tinggal bagi para peserta Asian Games dan Asian Para Games 2018. Sehingga fungsinya hanya digunakan pada tahun 2018 lalu.

Terlebih, perayaan pekan olahraga nasional itu hanya berlangsung dua bulan, yakni dari Agustus hingga Oktober.

2. Telan Biaya Rp 3,4 T

Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran menelan biaya hingga Rp 3,4 triliun. Rencana awal pembangunan dilakukan pada 2015 lalu. Namun baru terealisasi di tahun 2016 dan selesai dalam waktu kurang lebih satu tahun.

3. Rencana Wisma Atlet Kemayoran Disewakan

Pasca perayaan Asian Games, pemerintah berencana menyewakan Wisma Atlet Kemayoran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun, rencana tersebut batal terealisasi. Pada Februari 2020, pemerintah kembali mewacanakan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah dinas untuk ASN.

4. Fasilitas

Wisma Atlet Kemayoran dibangun di lahan seluas 10 hektare. Gedung dengan 10 tower tersebut bisa menampung hingga 22.200 orang.

Tetapi untuk penanganan virus corona, Wisma Atlet Kemayoran hanya membuka 4 tower dengan 2.400 kamar. Rencananya, Wisma Atlet Kemayoran akan dibagi menjadi tiga zona, yakni hijau, kuning, dan merah.

Zona hijau untuk orang berkepentingan yang bisa masuk. Zona Kuning untuk perawat, dokter, dan paramedis. Terakhir, zona Merah untuk pasien sehingga yang memasuki kawasan hanya yang menggunakan APD.

5. Jadi RS Darurat Corona

Wisma Atlet Kemayoran dijadikan rumah sakit darurat bagi pasien virus corona. Beberapa ruangan disulap menjadi ruang isolasi, laboratorium, farmasi, radiologi, hingga ICU.

(pay/nwy)