Banding Kandas, Pengusaha Dibui 16 Bulan karena Korupsi Flu Burung

Andi Saputra - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 13:20 WIB
Ilustrasi korupsi
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta -

Permohonan banding Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang (CPC) Freddy Lumban Tobing ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Alhasil, Freddy tetap dihukum 16 bulan penjara karena korupsi Rp 1,1 miliar dari proyek flu burung.

Kasus bermula saat merebak flu burung pad 2007 silam. Kementerian Kesehatan lewat Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik kala itu kemudian mengalokasikan anggaran dari APBN Perubahan sebesar Rp 10 miliar. Salah satunya yaitu mengalokasikan dalam pengadaan reagents dan consumables.

Dalam tender proyek itu, ternyata dilakukan tidak sesuai aturan. Tender itu ternyata berbau korupsi. Belakangan, KPK mendudukkan Freddy di kursi pesakitan.

Pada 12 Desember 2019, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 16 bulan penjara. Ketua majelis hakim Ni Made Sudani menyatakan Freddy selaku Direktur Utama PT CPC memperkaya dirinya dan perusahaannya sebesar Rp 10,86 miliar dan memperkaya PT Kimia Farma Trading Distribution (KFTD) sebesar Rp 1,46 miliar.

Freddy juga dianggap terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp 12,33 miliar dalam pengadaan reagents dan consumables tersebut.

Hal itu sesuai laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang tertuang dalam Surat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Deputi Bidang Investigasi, Nomor: SR-548/D6/1/2012.

Selanjutnya
Halaman
1 2