Efek Wabah Corona, Cakada di Sulsel Alihkan Kampanye ke Medsos

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 13:03 WIB
poster
Ilustrasi media sosial (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia juga berimbas pada cara kampanye calon kepala daerah (cakada) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Para cakada ini memanfaatkan media sosial daripada pengumpulan massa.

Salah satu cakada yang mengubah gaya kampanyenya saat ini adalah Danny Pomanto. Danny mengatakan kampanyenya saat ini lebih pada gerakan sosial.

"Kami ganti politik menjadi gerakan sosial kemanusiaan tanggap Corona," kata Danny kepada detikcom, Senin (23/3/2020).

"Sosial kemanusiaan di depan. Politik di belakang sekarang," tegas dia.

Tidak hanya itu, Danny meniadakan pertemuan langsung dengan masyarakat untuk menjaga kesehatan satu sama lain. Dia mengalihkan kampanyenya lewat media sosial (medsos).

"Saya tiadakan kumpul-kumpul. Semua lewat medsos. Tapi gerakan sosial kemanusiaan ini sama dengan door to door. Semua lorong kita layani," ujarnya.

Meski mengubah gaya kampanye, Danny mengakui ada perbedaan antara kampanye langsung dan dengan dilakukan melalui medsos.

"Besar sekali bedanya. Tapi bagi rakyat prinsipnya adalah bagaimana kepedulian terhadap masalah mereka saat ini," kata Danny.

Sama halnya dengan Danny, cakada dari Kabupaten Maros Amirullah Nur Saenong mengatakan lebih mengintensifkan kampanye lewat medsos. Menurutnya, kampanye medsos juga efektif bagi para pemilih.

"Kalau sosialisasi kita tetap jalan, tapi kita kurangi. Saat ini teman-teman tim maupun relawan sudah memperbanyak sosialisasi melalui media sosial," ucap Amirullah.

Untuk Investasi Bagus Mana, Emas Atau Mata Uang Asing?:

(fiq/jbr)