Petugas Medis di Sulbar Cemas Kekurangan APD untuk Tangani Pasien Corona

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 12:41 WIB
Baju Hazmat buatan RSUD Dr Moewardi Solo, Senin (23/3/2020).
Ilustrasi alat pelindung diri (Dok Pemprov Jateng)
Mamuju Tengah -

Petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), diliputi kecemasan lantaran kekurangan alat pelindung diri (APD) dalam menangani pasien terdampak virus Corona (COVID-19).

"Sekarang ini kami telah berproses memesan APD yang standar, bahkan telah hampir satu bulan namun sampai sekarang kami belum menerima," kata Direktur RSUD Mateng, dr Patunrengi, kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Menurut Patunrengi, pihaknya juga telah berupaya memesan APD kepada penyedia barang lainnya yang menjual dengan harga lebih tinggi. Namun APD juga belum diterima.

"Ada penyedia yang bersedia menyiapkan APD, tetapi harganya sangat melonjak, kami terpaksa harus ambil karena hanya itu yang menyatakan barangnya siap, itupun tidak langsung ready barangnya dan menjanjikan kami akan datang lima hari ke depan," ungkapnya.

Dia berharap pemerintah pusat mengatasi masalah kekurangan APD di rumah sakit. Para tenaga medis sebagai pihak terdepan dalam menghadapi wabah Corona sangat membutuhkan APD.

"Karena kondisi yang kami rasakan, pasti dirasakan teman-teman di daerah lain, ini menjadi masalah serius dalam menghadapi wabah Corona," tandasnya.

Sekadar diketahui, hingga saat ini RSUD Mateng hanya memiliki empat unit APD yang merupakan pembagian dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar. APD yang biasanya dibeli seharga Rp 150 ribu/unit kini melonjak menjadi Rp 1.500.000/unit.

Jokowi Sebarkan 105 Ribu APD Untuk Tenaga Medis Corona:

(jbr/jbr)