Viral Gultik Bulungan Masih Ramai di Tengah Wabah Corona, Ini Faktanya

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 11:37 WIB
Polres Jaksel cek sentra kuliner di Bulungan, Kebayoran Baru
Foto: Polres Jaksel cek sentra kuliner di Bulungan, Kebayoran Baru (dok.Istimewa)
Jakarta -

Sebuah video viral beredar di media sosial yang menggambarkan kondisi ramai masyarakat kongkow pada malam hari di 'Gultik' atau Gulai Tikungan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam video itu disebutkan keramaian tersebut terjadi di tengah wabah virus Corona.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono tidak menampik bahwa video tersebut diambil di Bulungan, Kebayoran Baru, Jaksel. Tetapi, dia menyebut bahwa peristiwa itu adalah kejad├Čan dua hari yang lalu.

"Itu video 2 hari yang lalu," kata Kombes Budi Sartono dalam keterangan kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Budi mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan agar tidak ada lagi kegiatan berkumpul di tempat-tempat keramaian di wilayahnya. Termasuk di Gultik, polisi telah mendatangi lokasi dan mengimbau warga untuk pulang.

"Tadi malam udah sepi. Kita bubarin," katanya.



Dalam video itu terlihat kondisi keramaian terjadi di salah satu pusat pedagang kaki lima di Gultik Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Gultik adalah singkatan dari gulai tikungan, yang merupakan salah satu sentra kuliner di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jaksel dengan sajian khas berupa gulai daging.

Dalam video tersebut, terlihat para pedagang gulai di lokasi tengah dikerubungi para pembeli. Sejumlah warga tampak duduk di bangku saling berhadapan dan bersosialisasi satu sama lain.

"Cakep ni di Bulungan masih rame orang pada makan Gultik tuh ya, keren. keren tuh. Semoga pada sehat-sehat yaa, nggak kena Coronavirus," ujar pria dalam vide tersebut.

"Masih pada nongkrong tuh. Jadi kalau pada bertambah, nanti virusnya kemana mana korbannya jangan salahin pemerintah okee," sambung pria yang merekam video itu.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak sosial dan fisik untuk mencegah penularan virus Corona ini. Pemprov DKI Jakarta sendiri telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara agar perusahaan dan perkantoran melakukan work from home selama masa tanggap darurat bencana COVID-19 ini.

Dampak Corona, Mal Terbesar di Kendari Sepi:

[Gambas:Video 20detik]



(fas/mei)