Istana: Tak Ada Alasan Panic Buying Chloroquine

Andhika Prasetia, Andhika Prasetia - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 08:49 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian
Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian. (Foto: dok. ist)
Jakarta -

Obat chloroquine, ditegaskan Istana Kepresidenan, tidak dijual bebas di pasaran dan diperuntukkan bagi pasien positif virus Corona COVID-19. Masyarakat sehat tidak perlu berbondong-bondong membeli obat ini.

"Seperti sudah disampaikan Pak Yuri (jubir penanganan COVID-19), chloroquine tidak dijual bebas dan harus dibeli dengan resep. Tidak ada alasan untuk panic buying," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian lewat pesan singkat, Sabtu (21/3/2020) malam.

Untuk mencegah penularan penyakit, kata Donny, masyarakat harus patuh pada arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Asupan vitamin juga dinilai perlu guna menjaga daya tahan tubuh.

"Persediaan chloroquine cukup bagi pasien positif COVID-19. Masyarakat harus patuh pada arahan Presiden untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Cara itu bisa mencegah penularan," ujar Donny.

Jokowi sebelumnya mengatakan chloroquine dan avigan sebagai obat untuk mengatasi pasien positif virus Corona. Achmad Yurianto sebagai jubir penanganan COVID-19 memperjelas chloroquine bukanlah vaksin dan merupakan obat keras dengan anjuran resep dokter.

"Ingat, chloroquine adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter," kata Yuri dalam jumpa pers perkembangan penanganan dan kasus virus Corona, Sabtu (21/3).

(dkp/fas)