Pengurus Istiqlal Jelaskan soal Pelaksanaan Salat Zuhur Meski Ada Wabah Corona

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 09:06 WIB
Masjid Istiqlal
Salat Zuhur berjemaah di Masjid Istiqlal pada Jumat, 20 Maret 2020. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Masjid Istiqlal angkat bicara soal salat Zuhur pengganti salat Jumat yang ramai dibahas di media sosial. Pengurus Masjid Istiqlal mengatakan salat Zuhur yang dilakukan Jumat (20/3/2020) kemarin diisi oleh para karyawan dan pekerja proyek masjid.

"Iya jumlahnya kurang-lebih 100 orang, mereka mayoritas dari internal kami, yaitu karyawan dan pekerja proyek yang ada di Istiqlal," kata Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah kepada wartawan, Sabtu (21/3).

Abu mengatakan salat lima waktu di Masjid Istiqlal saat ini tidak dilakukan secara berjemaah. Warga melakukan salat secara mandiri.

"Ya enggaklah (berjemaah). Salatnya sendiri-sendiri," ujar Abu.

Abu mengatakan pengurus masjid Istiqlal tak melarang warga untuk salat di masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Namun warga diimbau tak salat secara berjemaah.

"Kami tidak melarang masyarakat untuk salat di Istiqlal tetap dipersilakan, tapi salatnya sendiri-sendiri, tidak berjemaah," imbuh Abu.

Sebelumnya diberitakan, Masjid Istiqlal mengadakan salat Zuhur sebagai pengganti salat Jumat di Masjid Istiqlal. Tidak seperti salat biasanya, jemaah diharuskan merenggangkan jarak selama menjalani ibadah salat Zuhur.

Pantauan detikcom, salat Zuhur dimulai semenjak pukul 12.24 WIB di Masjid Istiqlal, Jumat (20/3). Sebelum dimulainya salat, imam menyampaikan ceramah serta menginstruksikan jemaah meluruskan saf. Jarak antara jemaah satu dan lainnya pun minimal 30 cm.

"Tolong safnya jangan terlalu rapat, batasin kira-kira 1 marmer (kira-kira 30 cm)," kata imam salat Zuhur bernama Husni Ismail.

Salat Zuhur kala itu pun tidak berlangsung lama. Sebelum salat, Husni pun mengatakan akan segera membubarkan jemaah setelah selesai salat Zuhur.

"Kita cepat saja sehabis salat Zuhur, kita langsung bubar," kata Husni.

Anies Tetapkan DKI Tanggap Darurat Wabah Corona:

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/hri)