Kapal Pesiar Coral Princess Ditolak Sandar di Argentina, Ada 60 WNI Jadi ABK

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 17:37 WIB
Ilustrasi Kapal Pesiar
Ilustrasi kapal pesiar (iStock)
Jakarta -

Kapal pesiar Coral Princess ditolak bersandar di Buenos Aires, Argentina. Di dalam kapal ini ada 60 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK).

"Aku di kapal pesiar Coral Princess, sandar di Buenos Aires kemarin. Hanya sempat menurunkan penumpang 1.000 orang, masih tersisa 1.500 orang. Karena sudah tidak ada penerbangan, lockdown, akhirnya diusir keluar oleh port authority," kata juru mudi kapal, Wisnu Wiweka, saat dihubungi, Jumat (20/3/2020).

Dia mengatakan saat ini Coral Princess masih di tengah laut di kawasan Argentina. Rencananya kapal akan menuju Montevideo, Uruguay.

"Di Uruguay juga kita belum ada kepastian, baru coba saja. Atau paling kita anchor saja di tengah laut di Uruguay," ujarnya.

Kapal Pesiar Coral Princess Ditolak Sandar di Argentina, Ada 60 WNI Jadi ABKKapal pesiar Coral Princess dilarang bersandar di Argentina. Ada 60 WNI yang jadi ABK di kapal tersebut. (dok. Istimewa)

Dia mengatakan di dalam kapal ada 800 kru kapal, 60 orang di antaranya WNI. Wisnu mengatakan ABK bagian dek dan mesin akan terus di kapal. Sedangkan ABK bagian hotel akan pulang.

Dia mengatakan logistik di dalam kapal masih aman. Terkait ditolaknya Coral Princess, dia menegaskan tidak ada penumpang atau ABK yang terinfeksi Corona.

"Nggak betul. Kita aman Corona. Cuma sebatas lockdown saja di Argentina," ujar dia.

(jbr/tor)