DKPP Soal Pemecatan Evi Novida: KPU Jalankan Putusan MK Separuh

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 07:08 WIB
Anggota DKPP Muhammad
Plt Ketua DKPP. (Foto: Moehammad Bakrie/detikcom)
Jakarta -

KPU RI membela komisioner mereka, Evi Novida Ginting Manik yang diberhentikan secara tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI karena melanggar etik. Plt Ketua DKPP Muhammad menjawabnya.

Menurut Muhammad, KPU pusat tidak menjalankan seluruhnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan caleg Dapil Kalimantan Barat (Kalbar) VI Hendri Makaluasc terhadap caleg Cok Hendri Rampon. Ia menyebut KPU pusat malah memberikan rahan kepada KPU Kalbar yang justru membuat perolehan suara menjadi tidak sesuai.

"Jadi KPU itu hanya menjalankan putusan MK itu secara separuh, tidak utuh. Dia (KPU Kalbar) melihat bagaimana proses perolehan atau pergantian suara itu, sehingga arahan KPU RI itu menyebabkan penetapan suara di Dapil Kalbar itu menjadi merah, muncul alarm merah, tidak klop angka-angka itu, tapi ditetapkan sebagai hasil pemilu," kata Muhammad kepada wartawan, Kamis (19/3/2020) malam.

Dalam putusan DKPP Nomor 317-PKE-DKPP/X/2019, KPU RI seharusnya memberikan arahan kepada KPU Kalbar untuk mengembalikan suara Cok Hendri di Kabupaten Sanggau yang tadinya 6.378 suara menjadi 3.964 suara. Namun KPU pusat tetap mengubah perolehan suara Hendri dari 2.492 suara menjadi 2.551 suara.

"Suaranya lebih ke Cok, itulah yang... Suara Cok yang lebih tinggi. Itulah yang harusnya diperbaiki, dikembalikan ke pengurangan suara Cok, karena MK sudah mengakui suara Hendri," ucap Muhammad.

Selanjutnya
Halaman
1 2