Uzbekistan Setop Penerbangan karena Corona, Dosen-Mahasiswa Indonesia Terjebak

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 01:19 WIB
Indonesia belum lama ini laporkan kasus pertama 2 WNI positif virus corona. Sebagai langkah pencegahan, warga di Jakarta pun kenakan masker saat beraktivitas.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Uzbekistan menyetop penerbangan dari dan ke Uzbekistan karena ada warganya yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Akibatnya, 9 dosen dan 100 mahasiswa Indonesia dari Universitas Gunadarma tertahan di Uzbekistan.

"Saya Raziq Hasan selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma bersama 8 dosen arsitektur ikut dalam rombongan dengan 100 mahasiswa yang sedang kuliah lapangan arsitektur ke 3 kota di Uzbekistan, Tashken, Samarkan, dan Bukhoro," Kata Raziq melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (19/3/2020).

Raziq bercerita, ia bersama rombongan berangkat menuju Uzbekistan pada Rabu (11/3) lalu. Mereka dijadwalkan pulang pada Rabu (18/3). Namun pemerintah setempat telah menyetop penerbangan sejak Senin (16/3) karena sehari sebelumnya ada warga Uzbekistan yang dinyatakan positif COVID-19.

"Berangkat tanggal 11 Maret dan seharusnya pulang tanggal 18 Maret. Tapi karena ada kasus COVID-19 di Uzbek tanggal 15 Maret, maka penerbangan di-cancel," ujarnya.

Raziq menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Uzbekistan, namun KBRI sendiri masih belum dapat memberikan kepastian kapan mereka bisa dipulangkan. Sampai saat ini, mereka masih bertahan di salah satu hotel di Kota Tashken.

"Kami sudah koordinasi dengan KBRI di Tashken namun belum ada kepastian kapan bisa pulang. Kami sekarang posisi di Tashken Ibu kota Uzbekistan. Kami di Hotel La Grande Plaza," tuturnya.

Raziq menjelaskan, pihak kampus masih menanggung segala biaya akomodasi selama mereka tertahan di sana. Dia mengatakan para orang tua mahasiswa cemas apabila putra-putrinya tak bisa pulang ke Indonesia karena terbelit soal kondisi kesehatan.

"Untuk akomodasi overstay di Uzbekistan alhamdulillah tetep di-support oleh Universitas Gunadarma selama menunggu kepulangan yang tidak pasti, kami dan orang tua mahasiswa di Jakarta cemas, keadaan kami khawatir sewaktu-waktu ada yang flu dan demam biasa yang bisa berakibat terkendalanya kepulangan," ucapnya

(isa/isa)