Penjelasan Dubes Korsel soal Drive-thru Tes Corona yang Ingin Ditiru RI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 17:54 WIB
Dubes Korsel untuk RI, Kim Chang-beom
Dubes Korsel untuk RI, Kim Chang-beom. (Foto: Dok. Istimewa)

Dia mengatakan saat ini ada 68 stasiun drive-thru tes Corona di Korsel. Biasanya bentuk stasiun ini seperti tenda dengan aliran listrik di beberapa alat, tergantung lokasinya. Biasanya stasiun ini berada di lahan parkir atau lahan terbuka tanpa uang sewa.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk satu stasiun mencapai USD 12.000 atau sekitar Rp 180 juta (dengan asumsi nilai rupiah terhadap dolar AS 15.000). Biaya ini fix cost (biaya tetap) untuk satu stasiun.

"Jadi biasanya sekitar USD 12.000 per 1 stasiun, untuk mengatur seluruh stasiun," ujar Kim.

Sebelumnya, pemerintah sudah punya rencana menggelar drive-thru test Corona seperti Korea. Hal ini sudah dibicarakan dan bukan sekadar wacana.

"Sudah beberapa hari ini kita bicarakan mengenai hal tersebut," kata juru bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, kepada detikcom, Rabu (18/3).

Yuri mengatakan bahwa alat test kit juga akan segera didatangkan dari Korea langsung. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini pun telah memberikan arahan soal tes cepat atau rapid test secara massal ini.

"Kedua, segera lakukan rapid test, tes cepat dengan cakupan lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seseorang terpapar COVID-19 bisa dilakukan," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/3).

Data terbaru kasus Corona di Indonesia per hari ini, Kamis (19/3) mencapai 309 kasus dan 25 orang di antaranya meninggal. Tingkat kematian (Case Fatality Rate) mencapai 8,1%. Sedangkan untuk Korsel, berdasarkan data yang dihimpun oleh Universitas John Hopkins per hari ini 16.00 waktu setempat, telah ada 8.565 kasus dan 91 orang di antaranya meninggal atau dengan tingkat kematian 1,06%.

Halaman

(rdp/idn)