Penjelasan Dubes Korsel soal Drive-thru Tes Corona yang Ingin Ditiru RI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 17:54 WIB
Dubes Korsel untuk RI, Kim Chang-beom
Dubes Korsel untuk RI, Kim Chang-beom. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia akan meniru model drive-thru test Corona ala Korea Selatan (Korsel). Dubes Korsel untuk RI Kim Chang-beom menjelaskan serangkaian prosedur hingga biaya untuk program ini.

Pria yang akrab disapa Ambassador Kim ini menjelaskannya dalam bahasa Inggris kepada detikcom, Kamis (19/3/2020). detikcom langsung menerjemahkannya ke bahasa Indonesia.

Mulanya, Ambassador Kim menjelaskan bahwa virus Corona ini merupakan virus yang menyebar dengan cepat. Butuh tindakan inovatif untuk menanganinya. Dia mengatakan Korsel telah memproses tes Corona 18.000 tes per hari. Hal inilah yang membuat Korsel bisa bertindak cepat.

"Korea telah memproses 18.000 tes per hari dari keseluruhan total yang telah dites mencapai 280.000. Dengan tes diagnosis yang sangat cepat ini kami dapat mengidentifikasi pasien dan juga bertindak segera untuk merawat pasien. Jadi itu untuk mengontrol penularan," kata Ambassador Kim saat berbincang dengan detikcom.

Penjelasan Dubes Korsel Soal Drive-thru Tes Corona yang Ingin Ditiru RIIlustrasi Drive-thru tes Corona. (Foto: Dok. Istimewa)

Korsel dalam hal ini memiliki slogan '3T' dalam menangani penularan penyakit COVID-19. "Lacak, uji, dan obati (trace, test, and treat). 3T, lacak, lacak infeksi dan uji kasusnya dan rawat pasien," jelasnya.

Dia pun mengatakan partisipasi warga Korsel juga penting dalam penanganan virus ini. Warga Korsel bisa turut andil dalam pemantauan melalui sebuah aplikasi peta sebaran.

"Partisipasi publik melalui keterbukaan dan transparansi dengan berbagai cara. Misalnya kita memiliki aplikasi untuk memberi tahu orang-orang di mana infeksi virus ini telah diidentifikasi. Aplikasi peta sebaran ini bisa diunduh di telepon seluler," ungkapnya.

Cara kerja aplikasi ini bisa menunjukkan warga tentang area mana saja yang menjadi episentrum penyebaran virus. Dengan adanya aplikasi ini, warga Korsel bisa punya gambaran untuk menghindari kawasan itu. Bukan hanya menunjukkan kawasan, tapi juga bangunan.

Selanjutnya, Ambassador Kim menjelaskan soal metode tes Corona ala drive-thru yang hendak ditiru Indonesia. Dia menjelaskan tes Corona ini bisa berbayar atau gratis.

"Tes ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu melakukan registrasi di stasiun tes Corona. Jika kamu datang tanpa gejala, kamu perlu membayar. Tapi, jika kamu datang dengan gejala dan rekomendasi dokter, layanan ini gratis," ungkapnya.

Dia lantas menjelaskan prosedur tes Corona drive-thru ini. Pertama, orang yang akan melakukan tes akan diminta mengisi kuesioner tentang riwayat perjalanan dan kondisi medis. Selanjutnya, mereka akan menjalani tes dan mendapatkan beberapa instruksi.

"Pertama, registrasi, ketika kamu mengendarai mobilmu. Kamu akan diminta mengisi kuesioner tentang riwayat perjalanan dan gejala yang dirasakan. Selanjutnya, prosedur pengambilan sampel. Dan setelah itu, kamu akan mendapatkan beberapa edukasi tanpa harus keluar dari kendaraanmu," tuturnya.

Dijelaskan oleh Ambassador Kim, tes Corona drive-thru ini hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit. Berbeda dengan tes di RS atau klinik yang bisa memakan waktu 20-30 menit.

Selanjutnya
Halaman
1 2