Haji dan Umroh

Kemenag: Persiapan Haji Jalan Terus Meski Ada Virus Corona

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 16:42 WIB
Jemaah haji dari seluruh dunia memadati Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji. Begini suasananya.
Foto: Fuad Fariz/Kemenag: Persiapan Haji Jalan Terus Meski Ada Virus Corona
Jakarta -

Kementerian Agama atau Kemenag memastikan persiapan pelaksanaan ibadah haji 1441 H/2020 M terus berjalan. Mulai hari ini, Kamis (19/3/2020), pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bagi calon jamaah sudah dibuka hingga 17 April 2020 untuk tahap pertama. Tahap kedua akan dimulai pada 30 April hingga 15 Mei 2020.

"Persiapan haji terus berjalan, baik di dalam negeri maupun proses pengadaan layanan di Arab Saudi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali, dalam rilis yang diterima detikcom.

Menurut Nizar, saat ini tim akomodasi sudah mendapatkan kesepakatan dengan sejumlah penyedia hotel di Makkah dan Madinah. Sejumlah hotel di Madinah bahkan sepakat menggunakan sistem sewa full musim.

"Tim ini masih terus bekerja untuk memenuhi target yang dibutuhkan. Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK Kantor Urusan Haji belum tanda tangan kontrak sama sekali. Jadi proses pembayaran memang belum dilakukan. Demikian juga dengan layanan konsumsi dan transportasi. Semuanya masih dalam proses pengadaan, belum pada pembayaran," kata Nizar

Di dalam negeri, penyelenggaraan manasik saat ini dihentikan sementara karena untuk meminimalisir kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19, sehingga kesehatan jemaah bisa tetap terjaga. Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang disusun Kemenag, jemaah Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020.

Persiapan dan pelaksanaan ibadah haji 1441 H/2020 M sempat bikin dagdigdug akibat pandemi virus corona. Apalagi Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi mengirim surat pada Menag Fachrul Razi terkait pelaksanaan ibadah haji dan COVID-19. Nizar membenarkan surat tersebut, namun bukan terkait penundaan pelaksanaan ibadah haji.

"Saudi melalui suratnya hanya minta agar pembayaran uang muka terkait kontrak layanan ibadah haji 1441 H di Arab Saudi ditunda. Sebab, mereka tengah melakukan kebijakan lockdown untuk mencegah wabah virus corona atau COVID-19. Jadi proses penyiapan haji terus berjalan," kata Nizar.

Surat tersebut perihal permohonan untuk menunggu (bersabar) dalam menyelesaikan kewajiban baru hingga jelasnya masalah virus corona atau COVID-19. Nizar juga mengatakan, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan Direktur Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Saudi Husni Busthoji. Dari komunikasi itu dipastikan, proses penyediaan layanan di Saudi tetap dilanjutkan namun pembayarannya yang ditunda.

detikers yang budiman artikel dan informasi seputar haji 2020 dan umroh bisa dibaca di sini. detikers juga bisa menikmati kumpulan berita harian Hikmah terbaru dan terlengkap seputar Islam dan kisah inspiratif di sini.

(row/erd)