Ijtima Dunia Dibatalkan, MUI Imbau Acara Keramaian Ditunda Sampai Kondusif

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 10:25 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Sekjen MUI Anwar Abbas (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau organisasi yang akan menyelenggarakan acara ijtima menunda acara tersebut. Hal ini berkaitan dengan penyebaran COVID-19.

"Kalau ada organisasi dan atau kelompok yang berencana akan menyelenggarakan acara yang akan menghadirkan banyak orang, dan bagi terhindarnya kita dan bangsa ini dari wabah Corona tersebut serta untuk terciptanya kemaslahatan umum. Maka MUI mengimbau kepada pihak yang bersangkutan untuk membatalkan dan/atau menundanya sampai situasi benar-benar kondusif," ujar Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2020).

Anwar mengatakan acara yang melibatkan banyak orang dapat membuat setiap peserta melakukan kontak langsung antara satu dan yang lain. Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan penularan COVID-19.

"Karena kalau tidak, maka kontak jarak dekat di antara para peserta berupa jabat tangan atau cium pipi, berpelukan atau aktivitas lain yang melibatkan sentuhan langsung tentu akan terjadi," kata Anwar.

"Dan atau mereka di tempat acara itu menyentuh permukaan benda, yang telah terpapar oleh virus tersebut lalu tangan mereka mengusap mata, hidung dan mulut atau membran mucous lainnya. Maka hal-hal yang seperti itu, tentu jelas akan bisa menyebabkan mereka menjadi tertular," sambungnya.

Anwar menyebut MUI juga telah mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi COVID-19. Menurutnya, ini berguna agar terhindar dari bahaya penyebaran yang akan ditimbulkan.

"Itulah sebabnya MUI mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah COVID-19 agar kita bisa terhindar dari bahaya yang akan ditimbulkan oleh virus tersebut," kata Anwar.

Anwar mengatakan saat ini masyarakat diharuskan menghindarkan diri dan bangsa dari bencana dan malapetaka.

"Oleh karena itu, kaidah dar'ul mafasid muqoddam 'ala jalbil mashalih atau menghindari dan menjauhi kemafsadatan harus kita dahulukan dari menarik kemaslahatan. Tentu dalam hal ini, harus benar-benar kita kedepankan agar bencana dan malapetaka tidak mengenai diri dan bangsa ini," tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyatakan Ijtima Dunia yang akan digelar di daerahnya resmi dibatalkan. Keputusan itu diambil setelah dilakukan pembicaraan dengan pihak penyelenggara.

"Alhamdulillah, akhirnya sepakat Ijtima Dunia ditunda/dibatalkan pelaksanaannya," ujar Adnan melalui akun Instagram resminya, seperti dilihat pada Kamis (19/3).

Tonton video Fasilitas Umum di Mamuju Tengah Disemprot Disinfektan:

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/idn)