Round-Up

Banyak Pekerjaan Rumah Bikin Siswa Stres Saat Libur Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 09:15 WIB
Daily day in a class room at school. Child attending to the lesson on the blackboard
Ilustrasi siswa belajar (Foto: iStock)
Jakarta -

Opsi belajar di rumah menjadi salah satu cara yang diterapkan pemerintah bagi para pelajar untuk menghindari penularan virus Corona (COVID-19). Namun pekerjaan rumah yang menumpuk dari sekolah dikeluhkan para pelajar.

Setidaknya keluhan-keluhan itu diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di masa awal penerapan kebijakan untuk belajar di rumah. Untuk itu KPAI pun meminta dinas pendidikan mengevaluasi para guru.

Banyak Pekerjaan Rumah Bikin Siswa Stres Saat Libur SekolahIlustrasi belajar (Foto: Thinkstock)

Penerapan belajar di rumah ini seperti dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan selama proses kegiatan belajar di sekolah ditutup, pihak sekolah diharapkan menyiapkan materi pembelajaran jarak jauh untuk guru dan anak.

"Lakukan dengan metode jarak jauh, lakukan dengan proses digital. Tujuannya adalah untuk mengurangi interaksi yang punya potensi terjadi penularan," kata Anies.

Kegiatan ini lantas mulai berlangsung. Namun dalam perjalanannya KPAI menemukan berbagai keluhan.

Apa saja keluhannya?